Content Platform Governance and Development Workshop

BeritaKomentar

Yogyakarta, 7 September 2018, TIK TOK, sebuah aplikasi sosial media berbasis video dan musik dengan durasi yang sangat pendek, sempat viral di beberapa bulan yang lalu karena di blokir oleh Kemkominfo. TIK TOK sebagai sebuah aplikasi yang menawarkan proses pembuatan video pendek yang unik dengan menggabungkan video dengan musik dan spesial efek yang mampu menghasilkan konten kreatif yang keren tentunya sangat diminati oleh penggunanya, tidak terkecuali oleh anak-anak. Namun sayangnya banyak sekali pengguna TIK TOK di Indonesia yang menggunakan aplikasi ini dengan membuat konten-konten yang tidak pantas dan tidak mengedukasi bagi masyarakat. Dari laporan masyarakat akhirnya kemkominfo menutup aplikasi ini selama setidaknya seminggu.

Dalam upaya memperbaiki tata kelola konten platform dan memastikan keamanan dan platform yang sehat, pihak managemen TIK TOK bekerjasama dengan bersama ECPAT Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital-SiBerkreasi menyelenggarakan sebuah lokakarya sehari bersama regulator, praktisi, dan pakar IT dan perlindungan anak untuk dapat berbagi pengetahuan, praktik terbaik, dan berbagi solusi dalam cara berinovasi untuk mengoptimalkan potensi internet melalui aplikasi di telepon pintar. Lokakarya ini menciptakan peluang bagi para pemangku kepentingan untuk membangun dialog yang konstruktif, menumbuhkan saling pengertian, dan mengembangkan bidang-bidang prioritas untuk kolaborasi lebih lanjut bersama TIK TOK.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, serta penggiat perlindungan anak dan penggiat Informasi dan Telekomunikasi. Dalam sesi ini pembicara dari ICT Watch, SiBerkreasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak serta KPAI menyampaikan paparan tentang pentingnya bersama-sama membangun internet di Indonesia yang baik dan ramah untuk anak dan membawa kemajuan di Indonesia. Ahmad Sofian, koordinator nasional ECPAT Indonesia menyampaikan paparan tentang eksploitasi seksual anak yang kerap terjadi di platform-platform digital, penting memastikan pihak industri memiliki kebijakan zero toleran terhadap situasi eksploitasi seksual anak secara online terjadi.

Sementara itu di kesempatan diskusi berikutnya dari pihak TIK TOK memaparkan bagaimana platform TIK TOK bisa berguna dalam membuat konten kreatif yang bermanfaat dalam melakukan kampanye seperti peringatan hari anak nasional, ASIAN GAMES, mempromosikan objek wisata dan banyak lagi konten kreatif lainnya yang bisa dibuat bersama TIK TOK.

Pihak TIK TOK menaruh keseriusan dalam upaya memperbaiki tata kelola platformnya agar lebih aman dan sehat untuk masyarakat, khususnya terhadap anak melalui diskusi panel terpisah dengan pihak kementerian lembaga terkait dan dengan panel yang dihadiri praktisi lembaga penggiat IT dan perlindungan anak.

Di kegiatan ini ECPAT Indonesia bersama TIK TOK juga melakukan penandatanganan Kerjasama kedepan untuk berkolaborasi bersama TIK TOK dalam memastikan konten platform TIK TOK lebih baik, aman dan sehat untuk anak di Indonesia dan bagaimana mencegah konten-konten eksploitasi seksual anak tidak beredar di aplikasi TIK TOK.

Penulis : Andy Ardian

ECPAT IndonesiaContent Platform Governance and Development Workshop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *