Assessment Desa Bebas Pornografi Anak di Kelurahan Nunhila, Kupang

BeritaKomentar

Maraknya kasus pornografi anak mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah konkret untuk pencegahan dan merespon sejak dini berbasis komunitas. Salah satu strategi yang ingin diwujudkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah tersedianya desa-desa yang memiliki kapasitas untuk mencegah terjadinya pornografi anak yang terjadi di wilayahnya, atau dikenal dengan istilah Desa Bebas Pornografi Anak. Nantinya, Desa Bebas Pornografi Anak akan mengoptimalkan seluruh perangkat desa dalam strategi pencegahan pornografi anak di wilayahnya.

Untuk mewujudkan Desa Bebas Pornografi Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama ECPAT Indonesia melakukan assessment di tiga kota di Indonesia. Assessment ini bertujuan untuk mengetahui situasi pornografi anak di tingkat desa/kelurahan, kebijakan-kebijakan yang pernah dibuat, serta usulan untuk indikator desa bebas pornografi anak.

FGD yang melibatkan perwakilan dari perangkat desa dan anak ini dimulai dengan mengangkat permasalahan-permasalahan terkait pornografi anak yang pernah terjadi di wilayah kelurahan nunhila. Beberapa permasalahan pun terungkap, misalnya saja kasus-kasus anak yang terpapar pornografi hingga kasus-kasus anak yang menjadi objek pornografi.

Maraknya kasus-kasus pornografi anak di wilayah Kelurahan Nunhila disebabkan oleh banyak faktor. Pertama, pemahaman orang tua yang rendah terhadap perkembangan teknologi di era digital. Orang tua seringkali sulit mengerti bagaimana mengaktifkan fitur-fitur filtering yang tersedia di browser ataupun di aplikasi. Kedua, anak juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi dirinya dari bahaya pornografi. Mereka tidak memiliki pemahaman bagaimana harus menyikapi ketika menemukan konten-konten pornografi yang tersebar di sosial media. Ketiga, kelurahan juga belum memiliki komitmen ataupun kebijakan untuk mencegah anak-anak di wilayah Nunhila terlindungi dari kejahatan seksual anak online, termasuk di dalamnya pornografi.

Temuan-temuan ini menjadi bahan yang sangat penting bagi tim peneliti untuk merumuskan indikator Desa Bebas Pornografi anak. Oleh karena itu, setelah melakukan assessment ini, peneliti akan melakukan diskusi yang lebih mendalam untuk merumuskan model yang tepat untuk mencegah anak terpapar atau menjadi objek pornografi.

Penulis :

Deden Ramadani (Koordinator Data dan Riset)

ECPAT IndonesiaAssessment Desa Bebas Pornografi Anak di Kelurahan Nunhila, Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *