Diseminasi Quick Assessment Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di 4 Destinasi Wisata

BeritaKomentar

WhatsApp Image 2017-08-09 at 19.39.10

Jakarta, 10 Agustus 2017 – Indonesia merupakan salah satu negara tujuan para pelaku kekerasan dan eksploitasi seksual anak ketika melakukan kunjungan wisata, baik secara situasional maupun preferensial. Sementara itu, melalui 100 program prioritasnya, Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk memberantas kejahtan perdagangan manusia, terutama menyangkut perempuan dan anak dan memprioritaskan penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Dalam upaya mencegah dan menaggulangi kekerasan dan eksploitasi seksual dan menjalankan program prioritas Presiden tersebut, ECPAT Indonesia bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, dalam hal ini Deputi Perlindungan Anak, baru saja menyelesaikan quick assessment mengenai kekerasan dan eksploitasi seksual anak di 4 kota destinasi wisata, seperti Karangasem, Gunungkidul, Garut, dan Toba Samosir.

Hasil quick assessment tersebut kemudian didiseminasikan secara resmi pada 9 Agustus 2017 lalu oleh Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada stakeholders terkait, seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Bappenas, Dinas-dinas yang dilibatkan dalam quick assessment, dan beberapa perwakilan lembaga. Dr. Ahmad Sofian selaku Koordinator Nasional ECPAT Indonesia dan ketua tim quick assessment memaparkan mengenai berbagai bentuk permasalahan anak dan potensi yang dapat membuat anak menjadi pihak yang rentan akan situasi kekerasan dan eksploitasi seksual. Beliau juga menyampaikan bahwa pentingnya sebuah regulasi untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi seksual. Dari 4 lokasi penelitian abru dua Kabupaten yang memiliki peraturan yang mengatur tentang perlindungan anak.

Paska dilakukannya assessment ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama ECPAT Indonesia akan melakukan pelatihan penanggulangan dan pencegahan kekerasan dan eksploitasi seksual anak berbasis komunitas yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, sektor swasta dan perwakilan masyarakat.

Abdurrachman Wisnu Mahardi | Rio Hendra

ECPAT IndonesiaDiseminasi Quick Assessment Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di 4 Destinasi Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *