Melindungi Anak dari Eksploitasi Seksual di Ranah Online: Sebuah Langkah Menjaga Anak di Kupang

BeritaKomentar

ECPAT Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) didukung oleh Google Indonesia menyelenggarakan pelatihan untuk organisasi perlindungan anak dan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyrakat (PATBM) di Indonesia sebagai bentuk pencegahan terhadap kejahatan seksual anak online. Kerjasama ini dilandasi oleh MOU yang telah ditandatangani awal tahun 2018 lalu dalam sebuah konferensi safer internet day yang disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi bapak Rudiantara dan seluruh peserta yang hadir.

Kerjasama ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan dalam mewujudkan Internet Aman untuk Anak “Tem@n Anak”. Pelatihan ini terdiri dari empat Batch dalam quarter pertama tahun 2018. Kota Kupang menjadi wilayah ke empat yang terpilih dalam menyelenggarakan pelatihan Tem@n Anak ini yang akan dilaksanakan pada 14-15 Mei 2018 di Hotel Aston Kupang. Pelatihan yang dihadiri kurang lebih 40 peserta dari 2 kelurahan Nunhili dan Bakunase kota Kupang serta kelurahan Oebele dan Kuaklalo kabupaten Kupang dan dihadiri pada saat penutupan oleh Walikota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore.

Minimnya pengetahuan anak/remaja, orang tua dan guru menjadi salah satu penyebab tingginya kasus eksploitasi seksual secara online. Anak-anak kerap menjadi target predator seks untuk dibujuk dan diiming-imingi oleh mereka untuk melakukan hubungan seks yang berbayar. Mereka ini berusah masuk ke smart phone anak-anak tanpa diketahui oleh orang tua, mereka dijanjikan uang sekolah, pulsa dan ajakan untuk “nongkrong” di cafe atau di lokasi wisata sekedar untuk jalan-jalan. Karena itu penting untuk malakukan upaya-upaya yang kreatif dalam mendorong anak/remaja, komunitas orang tua dan kurang untuk melaporkan kasus seperti ini jika mereka temukan.

Menurut Walikota Kupang, kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di Kupang yang memiliki fokus pada penguatan masyrakat terkait pemahaman isu internet dan teknologi. Masyarakat perlu banyak dibekali isu-isu pencegahan terutama diranah online. Beliau menegaskan bahwa kota kupang memiliki target untuk menjadikan smart digital city, oleh karena itu penting bagi kupang juga untuk memahami bagaimana upaya pencegahan yang harus dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut terutama masalah perlindungan anak didunia online.

Oleh karena itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan ECPAT Indonesia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran pada kelompok kelompok guru, orang tua, remaja, sehingga pada akhirnya eksploitasi seksual anak online dapat dikurangi di Kupang bahkan mampu menjadikan wilayah ini bebas dari praktek-praktek yang merugikan masa depan anak. Oleh karena itu, inisiatif ini seharusnya dilanjutkan oleh pemerintah di daerah ini sehingga ini menjadi program yang berkelanjutan.

Penulis : Fitri Noviana

ECPAT IndonesiaMelindungi Anak dari Eksploitasi Seksual di Ranah Online: Sebuah Langkah Menjaga Anak di Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *