Mewujudkan Komitmen dalam Menangani Kasus Eksploitasi Seksual Anak melalui Pembuatan Modul Pelatihan Bersama Antara ECPAT Indonesia Dengan Badiklat Kejaksaan RI

BeritaKomentar

Setelah melakukan penandatanganan MoU pada bulan Agustus lalu, kerjasama antara ECPAT Indonesia dengan Badiklat Kejaksaan RI berlanjut ke tahap konkrit selanjutnya, yakni membuat modul pelatihan bersama. Pembuatan modul ditujukan sebagai langkah persiapan serta bahan acuan utama pelatihan dengan kejaksaan dalam menangani kasus-kasus eksploitasi seksual terhadap anak di akhir tahun mendatang. Harapannya, modul pelatihan ini dapat membantu Badiklat Kejaksaan dalam mentransfer ilmu yang didapat selama pelatihan dan mereplikasikannya ke pelatihan-pelatihan kejaksaan yang ada di daerah.

Kejaksaan, sebagai lembaga hukum yang strategis, memiliki peran penting dalam menangani kasus-kasus eksploitasi seksual terhadap anak. ECPAT Indonesia menemukan beberapa kasus terkait yang pada prakteknya masih mengganjal dalam hal penanganannya, seperti proses, prosedur dan bahkan keputusan pengadilan. Seringkali, proses, prosedur dan keputusan yang ditemui dilapangan tidak berpihak kepada korban atau bahkan keluarga korban dan sangat merugikan, sehingga harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas kinerja penanganan kasus kejaksaan, yang pastinya berujung kepada akuntabilitas kejaksaan.

Melihat latar belakang tersebut, sangat penting untuk melakukan upaya penguatan terhadap kejaksaan dalam hal menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan anak, terutama kasus mengenai eksploitasi seksual terhadap anak. Penguatan berbentuk modul yang bertajuk ‘Modul  Training of Trainer (ToT) Pelatihan Penguatan Kapasitas Kejaksaan dalam Menanggulangi Eksploitasi Seksual Komersial Anak’ sebagai bentuk nyata komitmen kejaksaan dalam memperbaiki penanganan kasus-kasus eksploitasi seksual terhadap anak.

Dalam modul ini akan dibahas secara lebih dalam mengenai penanganan kasus eksploitasi seksual terhadap anak, baik dari perspektif kejaksaan maupun dari sisi ECPAT Indonesia sebagai perwakilan masyarakat, yang disertai dengan contoh-contoh kasus, undang-undang terkait, surat putusan maupun surat dakwaan yang diambil dari kasus eksploitasi seksual yang secara ‘unik’ terjadi di lapangan. Selain itu, perspektif hak anak juga akan menjadi salah satu topik yang akan ditekankan sebagai salah satu bentuk penguatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi kasus-kasus yang berkaitan dengan anak. Dengan kata lain, pembuatan modul ini merupakan kunci dari mewujudkan langkah konkrit yang berkelanjutan bagi kejaksaan dalam menguatkan perspektif terhadap anak dan juga dalam hal menangani kasus eksploitasi seksual terhadap anak.

Penulis : Safira Ryanatami

ECPAT IndonesiaMewujudkan Komitmen dalam Menangani Kasus Eksploitasi Seksual Anak melalui Pembuatan Modul Pelatihan Bersama Antara ECPAT Indonesia Dengan Badiklat Kejaksaan RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *