OH Regional Meeting Program Down to Zero

BeritaKomentar

OH Regional Meeting merupakan pertemuan monitoring dan evaluasi rutin program Down to Zero yang dilakukan enam bulan sekali yang bertujuan untuk mendapatkan outcome harvesting serta mendapatkan gambaran annual plan 2019. Selain itu pertemuan ini juga sebagai persiapan dari OH Country Meeting yang akan dilakukan di Bangkok pada bulan Agustus nanti. Acara ini diselenggarakan selama tiga hari di Hotel Allium Batam, Kepulauan Riau pada tanggal 30 Juni – 2 Juli 2018 yang dihadiri oleh 21 peserta dari aliansi Down to Zero yang terdiri dari tiga lembaga dan 3 mitra lembaga. Peserta tersebut berasal dari Jakarta, Surabaya, Lombok dan Batam.

Pada hari pertama, setiap organisasi yang bekerja dengan anak, komunitas, pemerintah dan private sector membahas setiap signs yang terjadi dalam program Down to Zero yang dilakukan oleh masing-masing. Dalam sesi ini, perbedaan antara signs dan outcome kegiatan masih perlu diluruskan. Signs yang dimaksud adalah dampak yang terjadi di luar dari kegiatan yang dilakukan, misalnya setelah melakukan kerjasama dengan Google Indonesia, Google Indonesia menunjuk ECPAT Indonesia untuk menjadi salah satu pengkaji kebijakan Google yang terkait dengan perlindungan anak. Sedangkan, outcome adalah dampak yang langsung terjadi setelah kegiatan dilakukan. Setiap lembaga harus mampu saling mengkritisi signs dan membantu membedakan antara outcome dan signs karena hal ini akan mempengaruhi Theory of Changes yang akan dibuat dan juga annual plan.

Dari signs yang sudah dibahas secara apik, dilakukan penilaian signs yang sudah dikelompokan dalam Theory of Changes. Dalam sesi ini, terjadi perdebatan antar lembaga dalam menentukan penilaian high, medium atau low, sebab setiap lembaga memiliki persepsi dan ekspektasi yang berbeda satu sama lainnya. Di samping itu, belum adanya indikator yang menjadi acuan penilaian. Oleh karena itu, Plan Indonesia mengusulkan untuk dibuat indikator penilaian yang terdiri dari Level of Efforts, Magnitude dan Impact. Setelah melakukan penilaian signs, setiap lembaga menentukan signs yang layak untuk divalidasi serta membagikan pelajaran yang dipetik dalam waktu enam bulan terakhir. ECPAT Indonesia berbagi cerita mengenai salah satu strategi untuk membuat program secara berkelanjutan adalah dengan membuat kerjasama dengan private sector dan juga pemerintah. Hal tersebut belajar dari program Teman Anak yang bekerjasama dengan Google Indonesia dan KPPPA.

Acara hari kedua ditutup dengan sesi lesson learning dari Plan Indonesia yang membagikan pengalaman dan diskusi dari kegiatan mengenai Sexual Exploitation of Children yang diselenggarakan oleh ECPAT Netherland di Bogota Kolombia. Dalam sesi tersebut, Plan Indonesia memberikan beberapa masukan yang dapat dilakukan oleh lembaga dan mitra :
1. Adaptasi model harta karun yang dimiliki ECPAT, ‘The Code’, yang dimulai dari advokasi yang dilakukan dengan Kementrian Pariwisata dan melakukan kerjasama dengan hotel-hotel Internasional;
2. Meneruskan inisiatif-inisiatif program yang telah dilakukan oleh lembaga dan mitra di daerah;
3. Integrasi workplan antar lembaga.

Hari selanjutnya merupakan sesi evaluasi internal yang mana setiap lembaga saling duduk bersama untuk berbagi mengenai kendala yang dialami dalam beberapa tahun bekerjasama di aliansi Down to Zero. Kesimpulan dari diskusi di hari ketiga adalah setiap lembaga dan mitra harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi satu sama lain, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan team building. Selain itu, perlu untuk meminimalisasi gap of achievement antar lembaga dan/atau mitra dengan membuat standar dari setiap kegiatan yang dibuat, yang dapat mencakup ekspektasi dari setiap lembaga.

Penulis :

Safira Ryanatami

ECPAT IndonesiaOH Regional Meeting Program Down to Zero

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *