Pelaku Wisata Gunungkidul Dibekali Pencegahan Kekerasan Pelecehan Seksual Terhadap Anak

BeritaKomentar

pencegahan-pelecehan-seksual_20170913_201144

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak marak terjadi di tempat wisata. Pelaku kekerasan dan pelecehan seksual menyasar anak-anak dan melakukan aksinya di tempat wisata.

“Kami bekali para pelaku wisata, dari pengelola hotel, restoran semua yang ada di tempat wisata, agar dapat mencegah pelecehan seksual terhadap anak-anak di tempat wisata, mulai dari ciri-ciri pelaku, penanganannya,” ujar Ahmad Sofyan koordinator End Prostitution, Child Pornography and Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia, Rabu (13/9).

Ahmad mengatakan, selama ini pelaku wisata belum memahami bahaya pedofilia yang datang menyaru menjadi wisatawan. Kebanyakan mereka berbaur dengan warga sekitar sebagai wisatawan.

Ia menjelaskan bahwa pedofilia adalah gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun, tidak hanya dengan hubungan seks namun juga membelai, hingga mengambil foto korban.

“Pedofilia ini adalah kelainan seksual yang harus kita tanggulangi. Mereka menyasar anak-anak sebagai pelampiasan nafsu mereka, para pelaku ini juga mencuci otak anak-anak untuk menyimpang. Ini harus dipahami,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, pelaku wisata di Gunungkidul pun dikumpulkan. Mereka diberikan penjelasan, terkait maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di tempat wisata. Kemudian, bagaimana mengenali para pelaku yang menyasar anak-anak atau pedofil, dan juga penanganannya. Para pelaku wisata juga diberikan pengetahuan bagaimana melakukan upaya pencegahan.

Sebagai contoh, hotel atau penginapan membuat tata tertib baru dengan melarang tamu yang membawa anak-anak yang bukan keluarga dan tanpa hubungan saudara.

“Untuk pelaku wisata harus memahami, seperti pemilik hotal wajib menolak tamu yang membawa anak yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan. Pelaku wisata kami harapkan melakukan pencegahan dengan begitu kasus tersebut tidak terjadi dan malah mencoreng pariwisata di daerah Gunungkidul,” ujar Ahmad.

Seorang peserta pelatihan yang juga Koordintor SAR Satlinmas korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan, pihaknya menjadi mengetahui jika kasus pedofilia tidak hanya kasus biasa.

Apalagi pantai di Gunungkidul saat ini mulai dikunjungi wisatawan asal luar negeri. “Kita harus waspada dan mengawasi, jangan sampai terjadi disini,”katanya. (*)

ECPAT IndonesiaPelaku Wisata Gunungkidul Dibekali Pencegahan Kekerasan Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *