Pelatihan Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak Secara Online – Bandung

BeritaKomentar

Bandung – 10 Juli 2018, Semakin banyaknya anak-anak yang menjadi pengguna internet membuat pelaku kejahatan seksual menjadi lebih ‘kreatif’ dengan merambah ke dunia online. Terlebih lagi, anak sebagai sosok yang mudah terpengaruh, banyak menghabiskan waktunya di dunia online dan bertemu dengan orang-orang yang baru di sana. Ironinya, masih banyak orang tua dan orang-orang sekelilingnya tidak menyadari kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi terhadap anak di dunia online. Tem@n Anak adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani dan menghadapi eksploitasi anak di dunia online melalui pelatihan yang ditujukan untuk pemerintah, lembaga dan komunitas.

Teman An@k sebagai kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk berbagi informasi dan diskusi bersama mengenai eksploitasi anak di dunia online dilanjutkan kembali di kota Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan oleh ECPAT Indonesia dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPPA) ini merupakan pelatihan khusus untuk organisasi-organisasi yang bergerak pada isu perlindungan anak, kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan juga sekolah. Sebanyak 91 peserta yang terdiri dari asisten deputi dan rekan-rekan dari Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Situasi Darurat dan Pornografi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPPA), Fasilitator PATBM Bogor dan Bandung, Dinas PPPA Bogor dan Bandung, Relawan TIK Bogor serta perwakilan guru-guru SMA di Bandung hadir dalam pelatihan selama dua hari di hotel Prama Grand Preanger, Bandung.

Sebagai kota yang dalam tahap proses menjadi Kota Layak Anak, Pemerintah kota Bandung menyambut hangat kegiatan ini dan mendukung untuk mengakhiri eksploitasi seksual terhadap anak, terutama di dunia online, sebab berbagai laporan terkait dengan eksploitasi anak masih memprihatinkan dan memiliki dampak yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pemerintah berharap untuk memperbanyak inisiatif-inisiatif sejenis, tidak hanya dalam skala kecil seperti di dalam komunitas itu sendiri, tetapi juga rencana aksi yang nyata dengan lingkungan yang lebih beragam secara berkala, sehingga di masa yang akan datang eksploitasi seksual terhadap anak dapat berkurang.

Penulis :

Safira Ryanatami

ECPAT IndonesiaPelatihan Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak Secara Online – Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *