Peluncuran Bersama 18 Buku Seri Literasi Digital

BeritaKomentar

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO) bersama dengan para pemangku kepentingan yang berasal dari beberapa NGO’s yang bekerja dalam bidang teknologi dan informatika serta lembaga perlindungan anak, meluncurkan 18 seri buku yang bisa digunakan oleh masyarakat umum dalam meningkat pengetahuannya dibidang internet, teknologi digital dan perlindungan anak berbasis online. Peluncuran 18 seri buku digital ini dibuka oleh Menteri KEMENKOMINFO, Bapak Rudiantara. Pada acara ini, ECPAT Indonesia turut menyumbangkan 2 buah seri literasi digital tentang perlindungan anak berbasis online, yang pertama adalah tentang Eksploitasi Seksual Terhadap Anak Secara Online dan yang kedua Buku Panduan Modul Pelatihan Pencegahan Kejahatan Seksual Anak Secara Online.

Kebutuhan akan ketersediaan referensi atau rujukan terkait literasi digital di Indonesia kian terasa. Hal ini seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna internet Indonesia, yang berdasarkan data tahun lalu telah mencapai 132,7 juta orang dengan lebih kurang 50% total pengguna internet Indonesia adalah digital native. Tak kurang dari International Telecommunication Union (ITU) pun menegaskan perlu adanya perhatian khusus terhadap generasi muda yang telah akrab dengan dunia digital sekaligus memahami cara generasi digital native belajar, bermain dan bahkan melibatkan diri mereka ke tengah masyarakat. Buku-buku tersebut dapat diunduh dan digunakan secara bebas melalui situs www.literasidigital.id yang juga diluncurkan bersama pada hari Rabu (31/1/2018). Situs tersebut juga akan terus dilengkapi koleksinya dengan berbagai konten, baik berupa e-book, artikel, infografis maupun video yang semuanya dapat menunjang literasi digital di Indonesia. Tentu saja seluruh pihak yang memiliki konten-konten literasi digital dalam bentuk apapun, dapat turut memperkaya koleksi yang ada dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

Merujuk pada hasil survei CIGI-Ipsos 2016 menunjukkan, sebanyak 65 persen dari 132 juta pengguna internet di Indonesia percaya dengan kebenaran informasi di dunia maya tanpa memeriksanya. Dirjen Aplikasi Informatika KEMENKOMINFO, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, fenomena tersebut terjadi karena peningkatan pengguna internet belum dibarengi dengan peningkatan literasi digital. Akibatnya, penyebaran konten negatif seperti ujaran kebencian, berita bohong, perundungan, radikalisme dan pornografi menjadi ancaman besar saat ini. “Melihat fenomena tersebut, pemerintah berupaya menggandeng berbagai komunitas dalam mengupayakan literasi digital di tengah masyarakat, salah satunya adalah dengan diluncurkan 18 seri buku literasi digital ini” ujarnya saat membuka acara Peluncuran Buku Seri Literasi Digital di Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Turut mengapresiasi, Menteri KEMENKOMINFO, Rudiantara yang mengatakan jika tingkat literasi masyarakat Indonesia dengan masyarakat luar negeri berbeda, tidak bisa dibandingkan. Karena masih kurang, di situlah pentingnya literasi “Dengan literasi membuat masyarakat kita mampu memilih dan memilah informasinya yang benar. Kita bisa mulai dari rumah kita, dari keluarga, dari orang tua. Pada kesempatan acara tersebut KEMENKOMINFO menggandeng berbagai pihak yang turut mewujudkan 18 buku seri literasi digital. Mulai dari Gerakan Nasional Literasi Digital (Siber Kreasi), Festival Literasi Digital, ICT Watch, Internet Government Forum (IGF), Center For Digital Society (CfDS), ECPAT Indonesia, dan Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom).

Penulis : Rio Hendra (Koordinator Pelhuk)

ECPAT IndonesiaPeluncuran Bersama 18 Buku Seri Literasi Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *