Pemantauan Kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak Maret 2017

BeritaKomentar

ECPAT Indonesia eksploitasi seksual

 

Jakarta – Selama Bulan Maret 2017, kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di Indonesia masih terus terjadi. Dari seluruh kasus yang ada, 45,5% diantaranya adalah kasus anak yang diperdagangkan, sedangkan 18,2% adalah kasus anak yang dilacurkan. Rinciannya, dari  11 kasus ESKA yang tersebar di 8 Provinsi, kasus yang berhasil terungkap meliputi 5 (lima) kasus perdagangan anak untuk tujuan seksual, 2 (dua) kasus perdagangan anak, 2 (dua) kasus prostitusi yang melibatkan anak secara online, 1 (satu) kasus anak yang dilacurkan, dan 1 (satu) untuk pornografi anak.

Selama pemantauan selama bulan Maret 2017, DKI Jakarta menjadi provinsi yang ditemukan paling banyak kasus ESKA, dengan total 3 kasus. Disusul dengan Riau 2 kasus (18,2%), dan masing-masing 1 kasus (9,1%) pada 6 provinsi lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan, pelaku ESKA yang terungkap didominasi oleh mereka yang berusia dewasa dengan jumlah mencapai 8 kasus (72,7%), disusul dengan keterlibatan anak dan orang dewasa sebanyak 2 kasus (18,2%), dan 1 kasus yang melibatkan anak sebagai pelaku(9,1%).

Usia remaja pada rentang 16-17 tahun mendominasi usia korban pada bulan Maret 2017. Tiga kasus melibatkan korban berusia 17 tahun dan dua kasus melibatkan anak berusia 16 tahun. Enam kasus sisanya tidak menyebutkan secara spesifik usia anak yang menjadi korban ESKA.

Selama bulan Maret 2017, kasus yang menarik perhatian publik adalah terungkapnya prostitusi yang melibatkan anak secara online melalui jejaring sosial Facebook yang bernama “Lolly Candy’s 18++”. Polisi menangkap 10 anggota pemilik akun tersebut dengan modus mengambil foto anak perempuan di bawah 18 tahun. Foto tersebut kemudian dikomersialisasikan. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena praktik eksploitasi seksual anak sudah dilakukan secara terang-terangan melalui media sosial. Seluruh pelaku tanpa sungkan berbagi pengalamannya dalam melakukan pelecehan seksual terhadap anak.

Penulis:

Mohamad Pandu (Mahasiswa Internship BINUS University School of Information Systems)

 

ECPAT IndonesiaPemantauan Kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak Maret 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *