Pembahasan Desain Penelitian Evaluasi Layanan Rehabilitasi Sosial untuk Anak

BeritaKomentar

Pada tanggal 17 April 2018, ECPAT Indonesia terlibat dalam pembahasan desain dan instrumen penelitian evaluasi layanan rehabilitasi sosial bagi anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kerja sama penelitian antara ECPAT Indonesia dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan penelitian ECPAT Indonesia dan B2P3KS saat melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mendorong anak melakukan kekerasan seksual terhadap anak. Dari temuan tersebut, ditemukan bahwa hingga saat ini belum tersedianya model rehabilitasi secara khusus bagi anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi selama ini serta model yang dapat ditawarkan untuk dapat menangani anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Kegiatan ini dilangsungkan selama satu hari, dengan dimulai pemaparan desain dan instrumen penelitian oleh Ketua Peneliti, Dra. Ani Mardiyati, M.Si. Kemudian, diisi oleh pembahasan dari direktur rehabilitasi sosial anak serta pembahasan dari PSMP Antasena Magelang. Beberapa peserta yang  hadir baik dari perwakilan pemerintah lain dan kelompok masyarakat sipil, turut aktif bertanya dan memberikan masukan.

Setelah kegiatan ini, tim peneliti akan melakukan revisi kembali terhadap desain dan instrumen yang telah disusun. Setelah itu, tim akan melakukan pengambilan data di lima kota di Indonesia.

ECPAT IndonesiaPembahasan Desain Penelitian Evaluasi Layanan Rehabilitasi Sosial untuk Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *