Persiapan Penulisan Alternative Report OPSC di Indonesia

BeritaKomentar

Pada tanggal 24 September 2001, Indonesia turut serta menandatangani Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak, dan Pornografi Anak atau disingkat OPSC. Setelah jeda 11 tahun kemudian, Indonesia meratifikasi protokol opsional tersebut.

Jelang enam tahun pemerintah Indonesia meratifikasi OPSC, dua kewajiban pemerintah Indonesia untuk pembuatan laporan awal dan laporan periodik kepada Komite Hak Anak tak kunjung dilakukan. Padahal, pelaporan Negara kepada Komite Hak Anak memiliki peranan strategis untuk menunjukkan komitmen negara telah membawa perundang-undangan dan kebijakan mereka sejalan dengan Konvensi Hak Anak.

Pada awal tahun 2018, Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen positif untuk segera menuntaskan State Report tentang implementasi OPSC di Indonesia. Meskipun hingga saat ini, proses penyusunan state report masih terus berjalan, Kelompok Masyarakat Sipil berinisiatif untuk bersama-sama juga memulai melakukan persiapan penyusunan Alternative Report tentang implementasi OPSC di Indonesia. Inisiatif ini diwujudkan dengan melakukan pertemuan perdana lintas organisasi di sekretariat ECPAT Indonesia pada tanggal 19 Maret 2018.

Pada pembahasannya, pertimbangan utama dimulainya persiapan penyusunan alternative report ini adalah agar penyusunan laporan alternative report dapat disiapkan secara lebih matang dan komprehensif dalam menjelaskan implementasi OPSC di Indonesia dalam sudut pandang kelompok masyarakat sipil. Meskipun idealnya  alternative report baru dapat dikirimkan setelah laporan pemerintah dibuat, namun berdasarkan pengalaman ECPAT Filipina, tenggat waktu yang diberikan terlampau pendek. Sehingga, akan lebih baik apabila kelompok masyarakat sipil dapat mulai menyusunnya secara lebih awal.

Pertemuan kelompok masyarakat sipil ini menyepakati untuk segera menindaklanjuti rencana penulisan alternative report tentang OPSC ini secara lebih serius. Berbagai kelompok masyarakat sipil juga sudah mulai menyusun rencana kerja serta pembagian tugas. Kelompok Masyarakat Sipil ini juga menargetkan untuk menyelesaikan alternative report tentang implementasi OPSC pada akhir 2018, terlepas selesai atau tidaknya laporan pemerintah.

Koordinator Riset ECPAT Indonesia

Deden Ramadani

ECPAT IndonesiaPersiapan Penulisan Alternative Report OPSC di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *