Rapat Koordinasi Kerjasama Luar Negeri Lembaga Pendidikan dan Pelatihan POLRI dengan Donor Luar Negeri

BeritaKomentar

Rapat Koordinasi Lemdiklat

Rapat koordinasi kerjasama luar negeri yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat)  pada tanggal 11 dan 12 Desember 2017 di Hotel Mercure Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Lemdiklat Polri yang diwakili oleh Karo Renmin dan Karo Bindiklat, pada sambutannya beliau mengucapkan rasa terima kasih atas nama Kepolisian Republik Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Lemdiklat Polri dalam rangka meningkatkan kualitas para personil kepolisian di Indonesia.

Dalam pertemuaan ini Lemdiklat Polri juga mengundang beberapa lembaga yang selama ini sudah berkerjasama dengan mereka seperti, dari Lembaga IOM, ICITAP, ACTIP dan lain-lain. Dalam pertemuaan ini juga Lemdiklat Polri mengundang Narasumber dari Kementerian Luar Negeri, dari Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional. Narasumber menjelaskan tentang tata cara kerjasama dengan lembaga donor yang berasal dari luar negeri, mulai dari perangkat hukum yang menaungi dalam melakukan kerjasama dengan pihak donor luar negeri dan juga  langkah-langkah yang diambil ketika bekerjasama dengan pihak luar negeri. Pembicara juga menjelaskan tentang pentingnya irisan kepentingan dalam sebuah perjanjian kerjasama yang dilakuka, karena tanpa adanya irisan kepentingan kerjasama hanya bersifat satu pihak saja dan bisa merugikan salah pihak.

Lalu pada sesi berikutnya menghadirkan pembicara dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Bapak Nugroho S Wibiwo yang menjabat Kepala Bagian Konvensi Internasional. Dalam presentasinya beliau memaparkan tentang payung hukum kerjasama yang ada dalam peraturan Kapolri, dan beliau juga menyebutkan beberapa lembaga luar negeri yang sudah pernah kerjasama dengan mereka  untuk bidang pendidikan. Selain itu pembicara juga meyampaikan pentingnya sebuah proses pembahasan perjanjian kerjasama yang terkadang memakan waktu yang cukup lama, karena sering alotnya pembicaraan antara kedua pihak dalam memasukkan kalusul-kalusul yang di inginkan di dalam perjanjian kerjasama.

Pada hari kedua rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Bagian Kerjasama Lemdiklat Polri, Bapak Budi Purwoto. Pada hari kedua ini pembicara yang dihadirkan oleh Lemdiklat Polri, berasal dari pusat pelatihan JCLEC, Semarang, Bapak Eko. Dalam pemaparannya pembicara memberikan informasi terkait negara-negara yang pernah bekerjasama dengan JCLEC, dan pada tahun 2017 saja ada 55 Negara yang bekerjasama dengan JCLEC. Untuk program pelatihan, pada tahun 2017 ada 122 program pelatihan yang dijalankan oleh JCLEC dengan bekerjasama dengan berbagai instansi, baik pemerintah dalam negeri maupun luar negeri dan beberapa lembaga donor luar negeri.

Pada kesempatan ini ECPAT Indonesia mencoba menanyakan tentang peluang bagi NGO’s lokal untuk bekerjasama dengan JCLEC, dan perwakilan dari JCLEC mempersilahkan bila ada NGO’s yang ingin bekerjasama dengan JCLEC untuk datang dan mempresentasikan program kerjasama dengan JCLEC. Pihak JCLEC membuka ruang untuk program kerjasama dengan para NGO’s yang ingin bekerjasama untuk program pelatihan bagi peningkatan kapasitas personil Polri.

Penulis :

Rio Hendra (Koordinator Divisi Pelayanan Hukum)

ECPAT IndonesiaRapat Koordinasi Kerjasama Luar Negeri Lembaga Pendidikan dan Pelatihan POLRI dengan Donor Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *