Seminar dan Workshop Smart School Online untuk Anak (Palembang)

BeritaKomentar

Anak-anak memiliki kecenderungan untuk ‘up to date’ dengan informasi terbaru dalam internet. Mereka juga senang mengeksplorasi hal-hal yang menarik perhatian mereka. Namun, seringkali mereka kurang berpengalaman serta kurang mampu menilai hal-hal yang baik dari hal-hal yang mungkin membahayakan mereka. Dengan begitu banyaknya anak terkoneksi di dunia internet (30% dari 102,8 juta pengguna internet di Indonesia pada 2016 adalah anak-anak dari 10 s/d 19 tahun), maka kita perlu melakukan usaha yang cukup serius agar anak-anak kita dapat terlindung dari segala dampak negatif dari internet. Tanpa didampingi orang dewasa dalam mengakses dunia online, anak-anak sangat rentan untuk terkena dampak cyber bullying, cybercrime, adiksi terhadap pornografi, games, online, dan kemampuan dalam memilih berita yang akurat dan tidak akurat.

Oleh karena itu, ECPAT Indonesia, Yayasan Sejiwa, dan ICT Watch berkolaborasi dengan KOMPAK Jakarta dan Relawan TIK dengan di dukung oleh Google.org berinisiatif menyelenggarakan Seminar dan Workshop Smart School Online untuk anak dan orang tua yang bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak, guru, orangtua, dan masyarakat luas agar dapat menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Kegiatan ini berlangsung di 12 Kota, salah satu kota yang kami datangi adalah kota Palembang. Seminar dan Workshop Smart School Online diselenggarakan pada tanggal 2-4 Oktober 2018 di Hotel Aston Palembang.

Seminar Smart School Online untuk anak, dibuka oleh Bapak Parmin selaku Kepala Sekolah SMA Plus Negeri 17 Palembang. Dalam pembukaannya beliau mengatakan bahwa siswa-siswi harus beretika dalam bermedia sosial, beliau juga berharap kegiatan Smart School Online ini dapat memberikan perubahan kepada siswa-siswi agar mereka dapat memanfaatkan internet dengan baik.

Setelah pembukaan, dilajutkan sesi materi. Materi pertama berjudul “Sehat dan Cerdas dalam Berinternet” yang disampaikan oleh Denden Sofiudin dari ICT Watch. Dalam sesi ini, membahas tentang manfaat dan risiko yang ada di internet. Walaupun banyak manfaat dari gawai dan media sosial, ternyata ada resiko yang perlu diwaspadai, seperti cyberbullying, eksploitasi seksual dan kekerasan pada anak, predator online, penipuan, malware, spyware, spam, pishing, hoax, dll. Peserta juga diberikan pemahaman tentang “jejak digital”. Peserta diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam posting di sosial media.

Kemudian, Materi kedua disampaikan oleh Oviani Fathul Jannah dari ECPAT Indonesia tentang “Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online”. Pada sesi ini membahas tentang bentuk-bentuk eksploitasi seksual anak di ranah online seperti Grooming untuk tujuan sexual, Sexting, Pemerasan Seksual, dan Live Streaming. Peserta juga diingatkan untuk menjaga diri mereka dan privasi mereka di dunia offline maupun online. Mereka diingatkan juga untuk tidak mudah berkenalan dengan orang yang tak dikenal.

Materi ketiga disampaikan oleh Andika Zakiy Nugroho Kadir dari Yayasan Sejiwa tentang “Aku Netizen Unggul”, sebagai materi penutup. Pembicara menyampaikan bahwa ada solusi untuk menghadapi berbagai masalah dan resiko di dunia online. Caranya adalah kita harus menjadi seorang Netizen Unggul yang cerdas, berkarakter, mandiri, baik di dunia nyata maupun online.

Kemudian, keesokan harinya dilanjutkan dengan workshop untuk memperdalam materi-materi saat seminar. ECPAT Indonesia dan KOMPAK Jakarta fokus pada memberikan materi tentang bagaimana anak bisa melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman disekitarnya agar terhindar dari eskploitasi seksual yang terjadi di ranah online.

Penulis : Oviani Fathul Janah

ECPAT IndonesiaSeminar dan Workshop Smart School Online untuk Anak (Palembang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *