Seminar Smart School Online untuk Guru, Orang Tua dan Komunitas (Kupang)

BeritaKomentar

Kegiatan Seminar Smart School Online Menguatkan Literasi Digital Melalui Sekolah untuk orang tua, guru dan komunitas yang diadakan di Swissbell Kristal Hotel Kupang tanggal 14 Maret 2018  dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri guru, orang tua murid dan perwakilan komunitas. Acara ini digagas oleh ICTWatch, ECPAT Indonesia dan Yayasan sejiwa dengan dukungan Google, Kemkominfo, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian pendidikan, berkolaborasi dengan gerakan nasional literasi digital (SiBerkreasi), Relawan TIK, Kompak Jakarta, Internet sehat dan ID COP. Smart School Online akan dilakukan di 7 kota yaitu Kupang, Ambon, Pare-Pare, Cirebon, Palembang, Pontianak dan Banyumas dan 5 wilayah di Jakarta. Tujuannya memulai bersama-sama mempersiapkan guru, orang tua dan anak-anak untuk bijak menggunakan smart phone.

Acara dimulai dengan sambutan perwakilan dari Tim Smart School Online diwakili oleh Ibu Diena Haryana yang menyampaikan betapa pentingnya Smart School Online bagi orang tua, guru dan anak-anak Indonesia dalam literasi digital. Sambutan kedua sekaligus membuka acara disampaikan oleh Ibu Kepala UPT Pendidikan Tingkat I Propinsi NTT (diwakili oleh staffnya). Dalam sambutannya Ia menyampaikan bahwa perkembangan internet telah memberikan manfaat dan kemudahan dalam kehidupan dimana semua orang termasuk anak-anak dapat mengakses internet dengan mudah dan cepat, namun internet juga berdampak negatif pada anak-anak sehingga perlu kejernihan berpikir untuk menyelesaikannya. Perlu dilakukan peningkatan kemampuan membaca bagi anak muda dan orang tua untuk membaca fenomena sosial media. Sehingga perlu dikoneksikan dengan sistem belajar mengajar dengan menggandeng komunitas kreatif dibidang pendidikan untuk meningkatkan ide dan gagasan serta inovasi untuk membangun penggunaan internet yang cerdas.

Dalam seminar tersebut menghadirkan 3 narasumber yaitu narasumber pertama dari ICTWatch Indriyanto Banyumurti, kedua Umi Farida dari ECPAT Indonesia dan ketiga Ibu Diena Haryana dari Yayasan Sejiwa.

Narasumber pertama, ICTWatch Bapak Indriatno Banyumurti, menyampaikan tentang internet sehat. Saat ini di masyarakat ada fenomena secara masif penggunaan sosial media untuk saling terhubung dan berkomunikasi melalui whatsapp, BBM, facebook, instagram dll, sehingga teori Piramida Maslow yang dulunya menempatkan makan sebagai kebutuhan pokok saat ini telah bergeser menjadi baterai handphone sebagai kebutuhan mendasar, pada lapis piramida kedua adalah kebutuhan signal (wifi). Sehingga membutuhkan upaya gerakan memberikan internet sehat bagi anak yaitu melalui manajemen dan kontrol dari orang tua terhadap anak.

Narasumber kedua Umi Farida dari ECPAT Indonesia yang menyampaikan tentang Eksploitasi Seksual Anak Online, mulai dari definisi eksploitasi seksual anak online yaitu berbagai bentuk kekerasan seksual anak yang terjadi di ranah online.  Adapun bentuk-bentuk dari eksploitasi seksual aanak diranah online, diantaranya (1) Grooming online untuk tujuan seksual adalah sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorng anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain untuk memfasilitasi. (2) Sexting yaitu pembuatan gambar seksual sendiri, atau penciptaan, pembagian, dan penerusan gambar telanjang atau nyaris telanjang yang menggoda secara seksual melalui telepon genggam dan/atau internet. (3) Pemerasan Seksual yaitu ancaman penyebaran materi photo atau video korban (yang dibuat sendiri) dengan harapan mendapatkan imbalan seks, uang atau keuntungan lain dari korban. (4) Siaran Langsung Kekerasan Seksual Pada Anak yaitu permintaan untuk live di internet dalam posisi telanjang atau melakukan aktifitas seksual yang merupakan paksaan terhadap seorang anak untuk orang lain yang jaraknya jauh. Dalam materi eksploitasi seksual anak di ranah online dilakukan proses curah pendapat dari peserta sehingga tergali banyaknya kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi seksual anak di ranah online yang terjadi di Kupang. Misalnya proses melalui internet membuat anak terpapar pornografi, perkenalan melalui online membuat anak melakukan hubungan seks diluar perkawinan yang menyebabkan adanya kehamilan pada anak.

Materi ketiga, tentang digital parenting yang dibawakan oleh Yayasan Sejiwa Ibu Diena Haryana bertujuan agar para pendidik dapat mendampingi anak di era digital dengan cara-cara yang asik dan bijak, melakukan pendekatan kepada anak agar ia tidak larut dan berlebihan menggunakan internet, membantu anak agar mampu lebih banyak berada di dunia nyata dari pada dunia maya, berkomunikasi dengan anak secara asertif dan terkoneksi dalam berbagai situasi yang terkait dengan dunia digital; memuji, menegur dan bernegosiasi, membuat suasana yang hidup dan hangat agar anak tidak mencari kegiatan diluar yang tidak terkontrol.

Penulis : Umi Farida

ECPAT IndonesiaSeminar Smart School Online untuk Guru, Orang Tua dan Komunitas (Kupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *