Smart School Online X Pandu Digital : Sosialisasi “Literasi Untuk Negeri”

BeritaKomentar

Program Smart School Online telah dilakukan di 10 kota, dan pada bulan Oktober dilakukan serentak di 3 Kabupaten di Pulau Lombok. Tujuan umumnya adalah bersama-sama mempersiapkan guru, orang tua dan anak-anak untuk bijak menggunakan smart phone.

Program ini adalah hasil kerjasama ECPAT Indonesia, ICT Watch dan Yayasan Sejiwa yang difasilitasi oleh Google Indonesia. Pada Smart School Online yang dilaksanakan di Pulau Lombok  tanggal 10-11 Oktober 2018, dengan sasaran untuk orang tua ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan banyaknya hoax dan eksploitasi seksual anak pada saat terjadi bencana alam.

Workshop ini dilaksanakan di 4 Desa di 3 Kabupaten yaitu Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur yang difasilitasi oleh Umi Farida, di Desa Tanjung Kabupaten Lombok Utara di fasilitasi oleh Rio Hendra dan di Desa Lingsar Lombok Barat difasilitasi oleh Oviani Fathul Janah. Dan Workshop pada hari kedua yaitu tanggal 11 Oktober 2018, Dan di Desa Sambelia Kabupaten Lombok Timur  difasilitasi oleh Umi Farida, Rio Hendra, dan Oviani Fathul Janah.

Adapun gambaran materi eksploitasi seksual anak online yang disampaikan, antara lain diawali dengan sharing data kasus ECPAT Indonesia tahun 2016-2017 yaitu, dari jumlah total korban eksploitasi seksual anak sebanyak 504 kasus, 206 korban protitusi anak online dan 184 korban materi yang menampilkan eksploitasi atau kekerasan seksual pada anak.

Bentuk-Bentuk dari Eksploitasi Seksual Anak diranah online, diantaranya (1) Grooming online untuk tujuan seksual adalah sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorang anak melalui penggunaan Internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. (2) Sexting yaitu proses seorang anak secara intens mengirimkan pesan seksual secara eksplisit atau gambar yang menunjukkan sisi seksualitas dari dirinya. Gambar atau video yang dikirimkan ini bisa berupa tampilan (semi- telanjang), erotis, dan atau aktivitas seksual dan biasanya dibagikan kepada pacar atau teman dekat. (3) Pemerasan Seksual (Sextortion) yaitu proses dimana seseorang dipaksa untuk memberikan imbalan seks, uang dan barang berharga lain atau memproduksi materi seksual. (4) Siaran Langsung kekerasan seksual pada anak yaitu terjadi ketika seorang anak dipaksa untuk tampil di depan kamera atau webcam untuk melakukan aktivitas seksual atau menjadi subjek dari kekerasan seksual. Aktivitas ini kemudian dibuat siaran langsungnya melalui internet kepada para pelanggan yang berbayar (pelaku/predator seks) yang menonton dan atau meminta bagaimana tindakan kekerasan tersebut dilakukan melalui webcam. (5) Child Sexual Abuse Material (CSAM), dalam terjemahan bahasa Indonesia CSAM berarti materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak. Adapun definisi CSAM adalah setiap perwujudan melalui sarana apapun, seorang anak terlibat dalam situasi nyata atau disimulasikan secara eksplisit melakukan aktifitas seksual atau perwujudan lain dari organ seks anak, utamanya untuk tujuan seksual.

Penulis : Umi Farida

ECPAT IndonesiaSmart School Online X Pandu Digital : Sosialisasi “Literasi Untuk Negeri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *