Fakta

Perdagangan orang merupakan kejahatan terbesar ketiga di seluruh dunia yang di yakini menghasilkan triliyunan dolar setiap tahunnya[1]. Berkaitan dengan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), fakta menunjukkan bahwa hampir 80 persen perdagangan orang di suluruh dunia adalah untuk tujuan eksploitasi seksual[2] dan diperkirakan 1.2 juta anak diperdagangkan secara global untuk tujuan eksploitasi seksual dan tujuan lainnya setiap tahun[3].

Di Indonesia, diperkirakan 100 ribu anak dan perempuan diperdagangkan untuk tujuan seksual setiap tahunnya[4] dan yang mengejutkan adalah 30 persen dari perempuan yang bekerja untuk pelacuran di Indonesia berusia di bawah 18 tahun dimana secara khusus diperkirakan 40-70 ribu anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual komesial setiap tahun[5].

Sumber
[1] UNODC, 2009, Source
[2] UNODC, 2009, Source
[3] UNICEF, 2007, Source
[4] UNICEF. Source. [accessed March 2009]
[5] Human Trafficking. Source. [accessed March 2009]

Siapa Kami

ECPAT Indonesia adalah sebuah organisasi jaringan nasional yang bekerja bersama di lebih dari 20 organisasi di 11 propinsi di Indonesia untuk menentang Eksploitassi Seksual Komersial Anak (ESKA), meliputi perdagangan seks anak, pelacuran anak, pornografi anak, pariwisata seks anak serta dalam beberapa hal perkawinan anak.

ECPAT Indonesia berkomitmen untuk memperkuat aksi nasional dalam upaya mencegah dan menghapuskan ESKA di Indonesia dengan membangun kolaborasi bersama pihak-pihak kunci lintas sektor seperti organisasi masyarakat sipil, akademisi, badan pemerintah, sektor swasta, badan internasional dan sektor-sektor relevan lainnya. Kehadiran kami adalah untuk memastikan semua elemen masyarakat khususnya pemerintah melakukan langkah-langkah serius dan sungguh-sungguh dalam menangani kejahatan ini.

ECPAT Indonesia merupakan bagian dari ECPAT Internasional, yaitu sebuah jaringan global yang bekerja untuk menentang ESKA dengan lebih dari 84 grup di lebih dari 75 negara di seluruh dunia.
Sebagai bagian dari jaringan global, ECPAT Indonesia terlibat dalam pelaksanaan berbagai inisiatif pada isu-isu kunci baik di tingkat nasional maupun regional. Keterlibatan ECPAT Indonesia harus diikuti oleh anggota di tingkat propinsi atas nama jaringan nasional.

VISI & MISI

Setiap anak Indonesia bebas dan terlindungi dari segala bentuk eksploitasi seksual komersial dan terpenuhinya hak mendasar anak yang dijamin oleh segenap masyarakat dan pemerintah.
Misi kepada Anggota: 
Membangun komitmen dan kerjasama yang kuat;kapasitas yang memadai; dan jaringan yang luas dalam setiap upaya memerangi ESKA

Misi kepada Masyarakat: 
Membangun dan meningkatkan kesadaran,kepedulian, sikap kritis dan partisipasi masyarakat luas; anak; dan orang muda untuk bersama memerangi ESKA.

Misi kepada Pemerintah:
Mendorong pemerintah untuk berkomitmen dan melakukan upaya-upaya kongkrit baik secara administratif maupun hukum dalam memerangi ESKA di Indonesia

Apa Yang Kami Lakukan

  • Advokasi kepada pemerintah dan pihak-pihak kunci di tingkat nasional dan propinsi terkait kebijakan, peraturan dan perbaikan hukum untuk memperkuat rencana aksi nasional untuk penghapusan ESKA
  • Penguatan kapasitas anggota dan kelompok strategis terkait tentang ESKA melalui dukungan teknis, pelatihan dan lokakarya
  • Pengumpulan data tentang situasi ESKA melalui serangkaian survey, penjajakan cepat dan penelitian
  • Penyebarluasan informasi tentang ESKA melalui sosialisasi, seminar, diskusi dan konfrensi
  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang ESKA melalui pengembangan material kampanye dan media komunikasi
  • Promosi program partisipasi anak dan orang muda menentang ESKA melalui pembentukan kelompok pemuda dan pengembangan program berbasis komunitas untuk pencegahan
  • Pelayanan dan dukungan untuk anak korban dan penyintas ESKA melalui program layanan langsung meliputi penyelamatan, pemulangan, rehabilitasi, reintegrasi dan pemberdayaan

Jaringan dan Dukungan Internasional

  • Aliansi Internasional (ECPAT International).
  • Lembaga pemerintahan (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Departemen Pariwisata, Departemen Sosial, Departemen Pendidikan, Departemen Luar Negeri).
  • Organisasi Internasional (Unicef, kindernothilfe Germany, Mensen met een Missie Netherlands, Terre des Hommes, European Union).
  • Akademisi dan Prfesional (Profesor, Dosen, Konsultan, Praktisi Hukum, Peneliti, pakar program, dsb).
  • Sektor Swasta (The Body Shop, ACCOR group).

Pencapaian Kami

  • Bergabung dengan kampanye global ECPAT International dan the Body Shop mengenai “Hentikan Perdagangan Anak Dan Orang Muda”
  • Mengembangkan dan meluncurkan laporan Indonesia A4A “Agenda untuk Aksi
  • Menyelesaikan Laporan Periodik pertama ECPAT Indonesia untuk Sidang UPR ke 13 tahun 2011
  • Mempromosikan kerja regional untuk memerangi ESKA di seluruh negara ASEAN
  • Mengembangkan rangkaian pelatihan “Organisasi yang aman untuk anak” di Indonesia
  • Melaksanakan beberapa konferensi di Indonesia
  • Dipilih sebagai Dewan Perwakilan ECPAT Indonesia di wilayah Regional Asia Timur
  • Mengembangkan beberapa publikasi ECPAT Internasional ke versi Bahasa Indonesia

Program Strategik Kami

  • Advokasi
  • Pencegahan
  • Perlindungan
  • Penguatan kapasitas anggota
  • Penguatan jaringan dan komunikasi

Dewan Pengurus

Prof. Irwanto Ph.D (Guru Besar Unika Atma Jaya – Jakarta)
Achmad Marzuki (Direktur Eksekutif Yayasan JARAK)
Hening Budiawati (Direktur Eksekutif Yayasan SETARA)
Shoim Syahriati (Direktur Eksekutif Yayasan KAKAK)
Odi Shalahudin (Direktur Eksekutif Yayasan SAMIN)
Dede Suhendri (Direktur Eksekutif Yayasan LADA)

webmasterTentang Kami