Kami secara aktif terlibat dalam implementasi berbagai inisiatif yang menangani masalah-masalah utama baik di tingkat nasional maupun regional

silhouette of girl

Advokasi

Mendorong pemerintah Indonesia dan sektor swasta untuk membuat peraturan dan kebijakan yang lebih baik untuk menghapuskan eksploitasi seksual anak.​

Sejumlah 70.000 hingga 80.000 anak-anak di Indonesia secara mengejutkan menjadi korban perdagangan seks. Meskipun pemerintah Indonesia telah mengambil langkah besar untuk memerangi masalah ini, masih ada banyak celah dalam hukum dan peraturan nasional yang melemahkan perlindungan anak-anak dari eksploitasi seksual. Ini juga termasuk lembaga penegak hukum di mana perbaikan diperlukan tentang bagaimana menginvestigasi dan menuntut kasus secara adil. Karena kurangnya pengetahuan dan kerja sama yang tidak memadai, banyak kasus eksploitasi seksual anak berakhir tanpa kepastian.

Selain pihak berwenang, sektor swasta memainkan peran utama. Mereka membantu mengatur kebijakan pencegahan dan pelaporan. Tanpa kegiatan ini, undang-undang paling kuat tentang eksploitasi seksual tidak akan menang.

Peran utama ECPAT Indonesia adalah untuk mengingatkan legislator, pihak berwenang dan sektor swasta bahwa penghapusan eksploitasi seksual anak akan tetap menjadi tujuan utama. ECPAT Indonesia melakukan ini dengan memberikan saran untuk amandemen hukum dan kebijakan untuk membuat perlindungan anak lebih efektif. Tidak hanya mengadvokasi untuk peraturan yang lebih baik tetapi juga untuk praktik yang lebih baik di dalam pemerintah.

Yang Kami Lakukan

  • ECPAT Indonesia bersama dengan kelompok-kelompok sipil lainnya mendorong pemerintah untuk meratifikasi ‘protokol opsional tentang konvensi hak-hak anak mengenai penjualan anak-anak, pelacuran anak dan pornografi anak’ (OPSC) dalam hukum nasional. Tujuan OPSC adalah untuk membuat tindakan tertentu dapat dihukum dan untuk memberikan lebih banyak perlindungan dan bantuan kepada anak-anak yang menjadi korban dalam proses peradilan.
  • ECPAT Indonesia terus memantau implementasi OPSC yang sebenarnya dan mendorong pemerintah untuk melaporkan penerapannya ke PBB.
  • Sebagai salah satu mitra dalam Program Down to Zero, ECPAT Indonesia berfokus pada menggerakkan lembaga penegak hukum dan peradilan untuk menerapkan kebijakan, rencana aksi dan protokol dalam memerangi eksploitasi seksual anak komersial di Indonesia secara efektif.
  • ECPAT Indonesia bekerja dengan Kantor Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung untuk memberikan program pelatihan kepada jaksa tentang hak-hak anak dan hukum acara terkait dengan pengumpulan bukti dalam kasus eksploitasi seksual anak. Penegakan hukum yang optimal sama dengan hukuman yang tepat.
  • Berkolaborasi dengan sektor swasta, seperti grup hotel Accor, untuk membuat kebijakan tentang pensinyalan dan pelaporan yang lebih baik tentang eksploitasi seksual anak.

Pencegahan​

Menciptakan dan meningkatkan kesadaran publik tentang eksploitasi seksual anak di Indonesia.

Kurangnya informasi dan pengetahuan di dalam masyarakat memberi para pelaku peluang. Tantangan utama di sini adalah mampu mengarahkan konsekuensi aktual dan kebenaran atas eksploitasi seksual anak, melewati tabu dan rasa malu dalam komunitas yang lebih besar.

ECPAT Indonesia berupaya untuk terus memberikan kesadaran kepada mereka yang dapat membuat perbedaan dalam mengakhiri eksploitasi seksual anak di Indonesia. Stakeholder yang terdiri dari orang tua, guru, pemerintah, kelompok penegak hukum dan sistem peradilan.

ECPAT Indonesia juga menangani sektor-sektor swasta utama seperti organisasi yang beroperasi di industri pariwisata dan perusahaan IT. Dan di atas segalanya, fokus utama kami; anak-anak itu sendiri. Kesadaran memungkinkan anak-anak dan remaja melindungi diri mereka sendiri.

Yang Kami Lakukan

  • Bersama dengan Google, menjalankan kampanye ‘Smart School Online’ untuk menyediakan literasi digital dan mengurangi eksploitasi seksual melalui internet.
  • Bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjalankan program 'Internet Aman Untuk Anak' di mana dengan memberikan pelatihan dan lokakarya untuk masyarakat seperti LSM dan pemerintah daerah tentang pencegahan dan penanganan kasus eksploitasi seksual anak di internet.

Penelitian

Menginisiasi berbagai penelitian tentang eksploitasi seksual anak.

Untuk ECPAT Indonesia, data adalah titik awal untuk gangguan dan perubahan dalam lingkungan sosial. Data membantu ECPAT untuk mengarahkan fokus dalam menciptakan kesadaran atau mengadvokasi hukum dan kebijakan baru.

Sayangnya, sumber data, penelitian dan penelitian tentang topik eksploitasi seksual anak tidak memadai. Untuk menyelidiki perubahan dengan cepat, ECPAT Indonesia sedang melakukan berbagai penelitian independen dan bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah serta sektor swasta.

Yang Kami Lakukan

  • Pemantauan media berkelanjutan untuk mendeteksi tren baru dalam kasus eksploitasi seksual anak.
  • Penelitian tentang pelecehan seksual pada anak di Indonesia.
  • Penelitian tentang eksploitasi seksual anak di tujuan wisata Indonesia.

Kami adalah bagian dari Mitra terpercaya untuk keselamatan anak Indonesia di ranah Daring

Twitter Trust & Safety Council

Twitter dikenal sebagai platform penyampaian pendapat yang bebas. Namun dalam hak eksploitasi seksual anak Twitter memiliki komitmen untuk keselamatan anak dalam platform Twitter. Sebagai “Trust & Safety Council Twitter” di Indonesia ECPAT Indonesia membantu melaporkan temuan di twitter yang membahayakan anak lebih cepat kepada tim keselamatan Twitter.

Selengkapnya »

Facebook Safety Trusted Partner

ECPAT Indonesia sebagai bagian Safety Trusted Partner Facebook melakukan serangkaian kegiatan dalam edukasi dan pencegahan eksploitasi seksual anak khususnya di ranah daring. ECPAT Indonesia menjadi tim yang memantau konten-konten yang membahayakan keselamatan anak di platform Facebook (Whatsapp, Instagram dan facebook)

Tik Tok Child Safety Partner

Seiring dengan semakin maraknya pengguna Tik Tok di Indonesia dan seringkali platform Tik Tok disalahgunakan untuk konten yang tidak ramah bagi anak. Sebagai Mitra keselamatan ECPAT Indonesia bekerja bersama Tik Tok untuk terus mengupayakan perlindungan anak di platform tik tok semakin lebih baik.

Tik Tok bersama ECPAT Indonesia membuat panduan keamanan dalam penggunaan Tik Tok yang sangat berguna bagi pengguna usia 13 tahun ke atas dalam melindungi mereka dari penyalahgunaan Tik Tok.

Selengkapnya »

Youtube Trusted Flagger : Child Safety

Sebagai bagian dari mitra terpercaya untuk melaporkan konten di youtube yang melanggar pedoman komunitas khususnya dalam keselamatan anak, Mitra terpercaya pelapor mendapatkan pelatihan dari Youtube tentang pedoman komunitas yang berlaku. Melakukan pengawasan secara manual untuk membantu youtube menemukan konten-konten yang melanggar namun tidak bisa diidentifikasi menggunakan teknologi secara sistem, pelaporan yang dilakukan akan mendapat prioritas tim Youtube untuk meninjau konten tersebut.

Selengkapnya »

Mitra IWF dalam pelaporan konten eksploitasi seksual anak di ranah daring

ECPAT Indonesia bekerjasama bersama Internet Watch Foundation dalam memutus rantai penyebaran materi kekerasan/eksploitasi seksual anak yang terjadi di ranah online. Portal pelaporan materi kekerasan seksual yang dilaporkan anak di analisis dan data basenya akan di distribusikan kepada pelaku usaha industry IT untuk menghapus dan menangkal materi tersebut di Internet. Portal ini juga bisa membantu pelaporan ke kepolisian terkait bilamana anak berada dalam situasi berbahaya dengan mekanisme Kerjasama international.

Selengkapnya »

Masukkan kata kunci pencarian...