Jakarta, 20 September 2025 - Melalui dukungan dari United Nations Trust Fund for Victims of Human Trafficking, ECPAT Indonesia bersama dengan Yayasan Bandungwangi melanjutkan aktivitas bersama 25 penerima manfaat TPPO untuk tujuan seksual di Jakarta Timur. Sebelumnya di sesi pertama, kami bekerjasama dengan professional psychotherapist untuk sesi edukasi kesehatan reproduksi pertama sebagai upaya untuk mengajak anak - anak lebih mengenal diri mereka sehingga mereka bisa lebih terbuka terhadap isu kesehatan reproduksi, karena melihat kembali mereka sebagai anak yang rentan, korban dan penyintas mungkin isu kesehatan reproduksi ini terkesan sensitif bagi mereka.
Pada sesi edukasi kesehatan reproduksi yang kedua ini, tema yang diangkat adalah Mengenal Tubuh dan Hak Atas Tubuh dimana pada sesi ini kami bekerjasama dengan Yayasan PKBI sebagai narasumber sekaligus fasilitator. Secara keseluruhan sesi ini berisi tentang edukasi kesehatan reproduksi awal sebagai sesi pengenalan bagi penerima manfaat dalam project ini.
Sesi ini dimulai dengan adanya ice breaking dan perkenalan oleh fasilitator baru dari Yayasan PKBI, dilanjutkan dengan materi untuk mengenali organ - organ reproduksi serta sharing pola - pola pertumbuhan yang dialami mereka dalam memasuki masa remaja. Sesi pengenalan alat reproduksi ini diimbang dengan pengertian definisi serta perbedaan antara seksualitas dan reproduksi. Pada akhir sesi tiap anak diminta untuk menggambarkan alat reproduksi yang mereka suka dan menyebutkan alasannya, hal ini juga menjadi sesi latihan bagi mereka.
Setelah proses pengenalan alat reproduksi secara dasar, sesi selanjutnya diisi kembali oleh materi yang berkaitan dengan 12 HKSR, untuk memperoleh informasi yang akurat, akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, serta kebebasan untuk mengambil keputusan terkait tubuhnya, termasuk memilih untuk menikah atau tidak, memiliki anak atau tidak, HKSR juga mencakup hak untuk bebas dari kekerasan, paksaan, dan diskriminasi, serta mendapatkan pendidikan seksual yang komprehensif guna mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh, sebelum sesi selesai ada juga diskusi bersama dengan anak - anak terkait 12 HKSR ini agar anak lebih memahami kedepannya.