Jakarta, 30 Juni 2025 - Setelah terlaksananya Edukasi Literasi Keuangan sesi I, yang mana pada sesi awal ini anak - anak diberikan edukasi dan pemahaman terkait apa itu definisi definisi umum yang ada dalam bidang keuangan, seperti menabung, bagaimana kondisi defisit maupun surplus. Memetakan dari mana mereka mendapatkan penghasilan tiap bulannya, hingga lanjut kepada sesi dimana mereka mampu membedakan apa itu kebutuhan serta keinginan. Pada sesi awal ini anak - anak juga dipandu melalui latihan untuk membuat skala prioritas juga didukung dengan metode pemberian uang pada 1 keluarga dan bagaimana mereka mengelola keuangan dengan jenis pengeluaran yang beragam tiap anggota keluarga yang ada.
Maka dilaksanakanlah sesi kedua yang merupakan sesi lanjutan, dimana pada sesi ini anak - anak yang telah dibagi pada beberapa kelompok mulai memetakan uang mereka pada tahap yang lebih advanced. Mereka yang sudah mengenal apa itu kondisi surplus dan defisit dipandu kembali oleh fasilitator untuk mengelola keuangan mereka yang diarahkan pada sistem usaha. Pada awalnya, anak - anak secara individu diminta untuk memilih kira - kira apa pekerjaan yang mereka impikan, diantara pilihan yang tersedia sebagian besar anak - anak memilih menjadi pramugari, pengusaha baik resto maupun warung, PNS, maupun pegawai bank. Pada sesi ini, ada estimasi gaji yang mereka dapatkan sesuai dengan pekerjaan yang mereka pilih, setelah itu mereka dibebankan pada beberapa pengeluaran seperti kebutuhan modal usaha, pajak, maupun air yang kemungkinan bisa muncul.
Setelah proses ini, anak - anak mulai memetakan sisa uang yang mereka miliki kepada proses investasi atau tabungan. Mana yang bisa mereka pilih agar uangnya dapat digunakan kembali kedepannya. Sesi kedua ini juga diselingi dengan ice breaking, serta kuis melalui pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman anak anak dari sesi I hingga sesi II. Harapannya, melalui edukasi ini anak - anak tidak hanya tau cara mendapatkan uang tapi mereka lebih memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan juga tidak menyerah dengan mimpi - mimpi mereka.