Pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, ECPAT Indonesia menghadirkan sebuah momentum yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Mengusung tema “I Scream for Our Dream”, acara ini menjadi ruang bagi anak-anak dan orang muda untuk menyuarakan keresahan, harapan, dan mimpi mereka akan dunia digital yang aman dan ramah anak.
Berlangsung meriah dan interaktif, kegiatan ini dihadiri oleh 250 peserta, yang terdiri dari 150 anak dan orang muda, serta 100 orang tua, guru, dan perwakilan pemerintah. Seluruh rangkaian acara dirancang sedemikian rupa agar tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi platform nyata di mana anak dapat menjadi aktor utama dalam menyuarakan perlindungan hak-haknya di dunia maya.
Salah satu momen paling menggugah datang dari pertunjukan teater kreatif berjudul “Kamu Gak Sendiri”. Pertunjukan ini menampilkan kisah-kisah yang sangat relevan dengan kehidupan digital anak dan remaja masa kini, mulai dari bayang-bayang grooming, sexting, hingga sextortion. Panggung ini menjadi cermin dari keresahan yang kerap kali tidak terlihat, namun nyata mereka rasakan.
Selain teater, acara ini juga menghadirkan dua sesi talkshow yang menyasar dua audiens berbeda. Pertama, sesi “Bengkel Kreatif”, sebuah ruang belajar dan diskusi untuk anak dan orang muda dalam menciptakan konten-konten kreatif, edukatif, dan ramah anak di media sosial. Di sini, mereka didorong untuk menjadi kreator yang tak hanya ekspresif, tapi juga bertanggung jawab.
Untuk para orang tua, guru, dan pegiat perlindungan anak, tersedia talkshow berjudul “Dunia Online Nyaman, Anak Aman”. Sesi ini membahas tips, fitur digital, dan strategi perlindungan daring yang bisa digunakan oleh orang dewasa untuk lebih memahami dan mendampingi anak-anak di dunia maya.
Sebagai penutup, seluruh peserta baik anak-anak maupun orang dewasa yang juga turut ambil bagian dalam sebuah flashmob bersama. Ini menjadi simbol selebrasi, bahwa anak-anak memiliki hak untuk bebas berekspresi, bebas bersuara, dan bebas berkreasi sesuai dengan identitas dan impian mereka.
Perayaan HAN 2025 kali ini membuktikan bahwa ketika anak diberi ruang, suara mereka tak hanya nyaring, tapi juga mampu menggerakkan perubahan.
Tidak ada lagi keheningan. Saatnya tumbuh bersama dengan suara anak di depan, bukan di belakang.