Jakarta, 13 Oktober 2025 - Meningkatnya sektor pariwisata memang membuka peluang ekonomi yang besar, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai risiko, termasuk kemungkinan terjadinya eksploitasi seksual anak di sektor pariwisata. Di Indonesia sendiri, telah ditemukan sejumlah kasus yang mengkhawatirkan di berbagai daerah terutama di daerah Bali, Jakarta dan Medan.
Salah satu langkah penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah anak adalah melalui penerapan The Code, yang memberikan kesadaran, panduan, serta dukungan bagi industri perjalanan dan pariwisata untuk mencegah dan memerangi eksploitasi seksual anak dalam perjalanan dan pariwisata. Maka dari itu ECPAT Indonesia didukung oleh The CODE dan Archipelago International melakukan high level meeting yang mengundang perwakilan sektor privat yang berkaitan di isu wisata seperti perhotelan serta asosiasi yang berhubungan dengan kepariwisataan untuk sama - sama saling mengenal akan isu eksploitasi seksual anak di ranah pariwisata.
Sesi dibuka dengan adanya keynote speech oleh Didiek Santosa sebagai Perencana Ahli Madya Asdep Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, KPPPA. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia perhotelan, agen perjalanan, dan penyedia transportasi untuk bersama-sama memikirkan langkah nyata dalam menciptakan pariwisata yang aman bagi anak, serta perlunya forum untuk berbagai praktik baik dalam menunjang pariwisata ramah anak. Keynote selanjutnya adalah Bapak Andy Ardian selaku perwakilan dari ECPAT Indonesia, beliau menekankan adanya kasus kasus pekerja anak yang ditemukan di sektor pariwisata, salah satunya melalui baseline study ECPAT Indonesia yang dilakukan di Bali dengan fokus wilayah Ubud dan Tianyar. Sesi akhir adanya pemaparan dari perwakilan Archipelago International yang diwakili oleh Bapak Winston Hanes, beliau menjelaskan terkait komitmen yang dilakukan archipelago untuk mendukung lingkungan akomodasi yang sadar akan perlindungan anak serta dampak yang didapatkan pihak - pihak private sector yang bergabung dengan Archipelago.
Setelah sesi paparan, ada sesi tanya jawab dan diskusi singkat dengan perwakilan peserta. Kegiatan high level meeting ini ditutup dengan penyerahan plakat Recognition of Excellence: Honoring Archipelago as Top Members of The Code 2025 bagi archipelago international serta pembagian plakat kepada peserta yang hadir sebagai bentuk apresiasi kerjasama tingkat awal dengan sektor privat di ranah pariwisata untuk menciptakan pariwisata yang ramah anak.