107 Anak Korban Eksploitasi Seksual Komersial

BeritaKomentar

Sebanyak 107 anak perempuan di bawah 18 tahun. “Yang mereka alami adalah eksploitasi seksual komersial,” ujar Koordinator Indonesia ACTs Emmy Lucy Smith di Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (1/11).

Ia menyebutkan, Jakarta Utara termasuk salah satu penyumbang terbesar kasus kejahatan perdagangan orang ini. Hal ini diakui Kepala Seksi Resosialisasi Tuna Sosial Walikotamadya Jakarta Utara Tarmijo Damanik kepada Tempo, Kamis (1/11). Menurut dia, bisnis prostitusi merupakan penyumbang terbesar kasus perdagangan (human trafficking), terutama anak dan perempuan.

Damanik mengatakan, di Jakarta, wilayah Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling banyak memiliki lokalisasi prostitusi. “Yang terpantau sedikitnya enam lokasi. Belum lagi lokasi liar di pinggir jalan”, katanya. “Sulit memberantas perdagangan manusia di prostitusi karena banyak yang punya kepentingan di situ”, kata dia. Damanik menjelaskan, pihak yang punya kepentingan adalah orang-orang yang mendapatkan uang dari bisnis prostitusi. “Selain pemilik prostitusi, ada juga pedagang, tukang ojek sampai preman”, ujarnya Meskipun sebagai penyumbang terbesar kasus trafficking,

Damanik mengatakan kasus yang terdeteksi di di Jakarta tidak lebih dari 100 kasus. “Lebih kecil daripada kasus trafficking luar negeri seperti TKI ilegal yang mencapai ribuan kasus”, kata dia. Kecilnya jumlah kasus trafficking di Jakarta lantaran minimnya laporan ke petugas. “Masih sedikit”, katanya. Jerry, seorang perwakilan lembaga swadaya masyarakat, mengatakan prostitusi merupakan pusat perdagangan manusia. “30 persen diantaranya perdagangan anak di bawah usia 18 tahun”, katanya.

Koordinator Indonesia ACTs Emmy Lucy Smith mengatakan butuh kerja sama berbagai pihak untuk memberantas perdagangan manusia. “Kerja sama multisektor adalah mutlak”, katanya. Sementara itu, Ketua Yayasan Anak dan Perempuan Nur Azizah mengatakan pada tahun 2006 ada 210 korban perdagangan manusia. “Mereka sudah mendapatkan pelatihan, dan sekarang sudah ada yang bekerja normal”, ujar Azizah yang merupakan mantan pekerja seks komersial.

Gabriel Wahyu Titiyoga
TEMPO Interaktif / Jum’at, 02 November 2007

ECPAT Indonesia107 Anak Korban Eksploitasi Seksual Komersial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.