Destination Workshop on Child Protection

BeritaKomentar

Industri pariwisata German ikut mengambil langkah untuk mengurangi resiko eksploitasi seksual terhadap anak yang terjadi di destinasi pariwisata. Oleh karena itu, The German Trevel Association (DRV) menyelenggarakan Destination Workshop Child Protection pada tanggal 4 & 6 Desember 2018. Workshop ini dilaksanakan dua kali di Maya Sanur Resort dan Hotel Tjampuhan Ubud di Bali. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari 70 hotel-hotel, 20 travel agency.

Tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk meningkatkan kepedulian, khususnya hotel-hotel dan travel agency terhadap situasi Sexual Exploitation of Children in Travel and Tourism (SECTT). Workshop ini memberikan kesempatan kepada industri pariwisata, pemerintah dan NGO untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam melakukan upaya pencegahan Sexual Exploitation of Children in Travel and Tourism.

Kementerian Pariwisata diwakili oleh Ibu Nia Niscaya selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II turut hadir membuka acara workshop di Ubud. Dr. Dorothea Czarnecki dari ECPAT Gremany menjadi pembicara dalam workshop ini dan berbagi informasi kepada peserta tentang situasi global Sexual Exploitation of Children in Travel and Tourism, kemudian dilanjutkan oleh Dr. Ahmad Sofian dari ECPAT Indonesia  yang menceritakan situasi SECTT yang terjadi di Indonesia berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama ECPAT International tahun 2016. Dalam penelitian ini, dinyatakan bahwa semakin meningkat anak yang mengalami eksploitasi seksual di destinasi pariwisata dan perjalanan.

Bapak Andro Eka Putra dari Imigrasi Jakarta Utara turut hadir memberikan paparan bagaimana komitmen pemerintah melalui Imigrasi dalam melakukan pencegahan terjadinya SECTT, sehingga memperkaya hasil workshop ini. Selain itu, peserta juga mendengar praktik baik dari Arek Lintang sebagai salah satu NGO yang menangani kasus eksploitasi seksual anak dan dari EXO travel sebagai salah satu travel yang memiliki komitmen untuk melindungi anak.

Setelah sesi pemaparan dari narasumber, The Code bersama ECPAT Germany memfasilitasi sesi diskusi kelompok yang terdiri dari kelompok hotel-hotel dan kelompok travel agency. Dimana peserta diminta untuk mendiskusikan hotel/travel agency seperti apa yang dicari oleh pelaku untuk melakukan eksploitasi seksual pada anak, kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikan apa yang dapat dilakukan oleh Hotel dan Travel Agency untuk melindungi anak dari SECTT. Setelah itu, The code memaparkan 6 Kriteria dari The Child Protection Code.

Workshop ditutup dengan bermain peran antar peserta. Peserta diminta untuk berperan sebagai pelaku eksploitasi seksual anak dan perserta yang lain berperan sebagai staf hotel/travel agent yang akan mencegah pelaku untuk melakukan aksinya.

Penulis : Oviani Fathul Janah

ECPAT IndonesiaDestination Workshop on Child Protection

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.