Diskusi Kasus Pornografi Anak dengan Cyber Crime Polda Metro Jaya

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Jakarta, 4 Oktober 2016 –  ECPAT Indonesia melakukan diskusi terkait kasus pornografi anak yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan kunjungan ini diterima oleh Bapak Darmo. Kasus ini berawal dari aduan masyarakat yang anaknya menjadi korban pornografi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial A.  Menurut penuturan Bapak Darmo, kasus ini mulai diselidiki oleh kepolisian semenjak awal bulan September lalu, dan pelaku baru bisa diringkus pada tanggal 20 September 2016 di sebuah Hotel di Jakarta.

Pelaku berinisial A berusia 42 tahun dan berprofesi sebagai tukang ojek. Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan cara menyamar sebagai seorang perempuan dan mulai mendekati para korbannya melalui jejaring media sosial Facebook. Pelaku mengaku kepada korban jika ia mampu melihat aura-aura negatif dari setiap korbannya dengan cara menyuruh korbannya untuk mengirimkan foto tanpa busana. Setelah pelaku berhasil menipu sang korban dan mendapatkan foto dari si korban, pelaku mengancam korban untuk menyebarkan semua foto-foto tersebut jika tidak mau mengikuti semua permintaan si pelaku. Pelaku pun sempat menjalin hubungan dengan salah satu korbannya, dan sempat beberapa kali berhubungan badan dengan korban tersebut.

Cyber crime Poda Metro jaya juga telah berkoordinasi dengan pihak Facebook, karena foto-foto tanpa busana korban didapat pelaku dari hasil chatting di jejaring media sosial tersebut.  Dari hasil penelusuran tersebut, pihak kepolisian berhasil melacak akun yang dimiliki oleh A untuk mengelabui para korbannya. Diduga jumlah korbannya mencapai 150 orang, yang mana semuanya perempuan dan masih berusia antara 10 hingga 15 tahun. Korban berasal dari berbagai daerah seperti Pekanbaru, Bogor, Cileungsi dan juga Jakarta. Polisi juga berhasil mendapatkan kesaksian dari pelaku jika ia juga pernah berhubungan intim dengan seorang korbannya. A dan korban tersebut pernah menjalin hubungan dari bulan September 2015 hingga Februari 2016. korban yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 itu telah melakukan hubungan intim dengan A sebanyak tujuh kali. A mengaku jika ia juga sering memberikan uang jajan dan keperluan lain kepada korban.

Pihak kepolisian sudah bertemu dengan keluarga korban, dan dalam waktu dekat akan meminta beberapa keterangan dari korban mengenai kasus ini. Namun, pada saat ingin dimintai keterangan, korban masih berada di sekolah. Aparat kepolisian masih terus menggali informasi dari pelaku dan juga korban lainnya, serta melengkapi berkas-berkas yang diperlukan untuk dibawa ke pengadilan.

Divisi Pelayanan Hukum ECPAT Indonesia

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...