Ending Sexual Exploitation of Children Online Conference 2020

BeritaKomentar

Pada tanggal 23 Januari 2018, ECPAT Indonesia menyelenggarakan kegiatan Ending Sexual Exploitation of Children Online Conference 2020 (E-SECO Conference 2020) yang dilaksanakan di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh oleh Marymond. Terdapat 100 pelajar SMP dan SMA yang terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan seminar dan diskusi kelompok ini. Dengan melibatkan narasumber yang berasal dari perwakilan pemerintah (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Organisasi Perlindungan Anak (ECPAT Indonesia dan Kompak Jakarta), dan sektor swasta (Google Indonesia dan Facebook Indonesia), kegiatan ini berupaya agar kepedulian anak, guru dan orang tua terhadap bahaya eksploitasi seksual anak yang terjadi di media online semakin meningkat. 

Penyematan Pin ECPAT Indonesia sebagai simbolik kerjasama ECPAT Indonesia dan Marymond

Kegiatan ini diawali dengan paparan ECPAT Indonesia tentang bahaya dari eksploitasi seksual anak online. Andy Ardian, Program Manager dari ECPAT Indonesia, memaparkan tentang tren eksploitasi seksual anak yang terjadi secara global dan di Indonesia. Selain itu, Andy Ardian juga menjelaskan bentuk-bentuk eksploitasi seksual anak online meliputi grooming, sexting hingga sextortion.

Paparan Materi Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak secara Online oleh Andy Ardian (Program Manager ECPAT Indonesia)

Setelah paparan dari Andy Ardian, paparan selanjutnya dijelaskan oleh perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dijelaskan oleh Ai Maryati selaku Komisioner KPAI. Beliau menjelaskan tentang fenomena eksploitasi seksual anak online di Indonesia berdasarkan pengaduan yang dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Ai Maryati berpesan agar para siswa berani untuk mengadukan kasus yang mereka alami atau teman-teman alami kepada KPAI agar segara ditindaklanjuti oleh Pemerintah Indonesia.

Paparan Materi Peran Pemerintah dalam Menangani Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak secara Online oleh Ai Maryati Solihah Komisoner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi

Paparan selanjutnya dijelaskan oleh Dessy Sukendar mewakili Facebook Indonesia. Sebagai platform dengan jumlah pengguna terbesar di berbagai platformnya, facebook terus berupaya menciptakan platform yang aman di Facebook. Facebook berupaya merumuskan standar keamanan bagi komunitas di facebook melalui penerapan keamanan yang ketat di Facebook. Aspek-aspek keamanan yang menjadi perhatian utama facebook dapat dilihat di facebook.com/safety. Selain itu, standar komunitas juga diterapkan bagi seluruh pengguna facebook agar mereka dapat dengan aman dan nyaman saat mengekspresikan dirinya melalui platform ini.

Paparan Materi Peran Sektor Wisata dalam Menangani Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak secara Online oleh Dessy Sukendar Policy Programs Manager Facebook Indonesia

Tips-tips keamanan berinternet dijelaskan oleh Ryan Rahardjo dari Google Indonesia. Melalui paparannya, Ryan menjelaskan lima tips berinternet dengan aman bagi anak dan orang muda, yaitu be internet smart, be internet alert, be internet strong, be internet kind, dan be internet brave. Kelimat cara ini merupakan langkah-langkah terbaik bagi anak dan orang muda agar dapat berinternet dengan nyaman dan aman.

Paparan Materi Peran Sektor Wisata dalam Menangani Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak secara Online oleh Ryan Rahardjo Public Policy and Government Relations Google Indonesia

Sebagai penutup sesi seminar ini, Friska dari KOMPAK Jakarta membagikan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh anak dan orang muda dalam melakukan aksi positif untuk melindungi anak-anak dari bahaya eksploitasi seksual anak online di Indonesia. KOMPAK Jakarta adalah organisasi orang muda yang berupaya menghapuskan perdagangan anak di Indonesia. Kegiatan yang telah dilakukan bersama KOMPAK Jakarta antara lain dengan membuka sesi sharing antar anak dan orang muda melalui Kaka Curhat, program sosialisasi dan turun langsung melalui Society Outreach, dan investigasi dan pembuatan liputan melalui Youth Journalism. Ketiga program tersebut diharapkan dapat mendorong anak dan orang muda lebih peduli kepada segala bentuk kekerasan dan eksploitasi yang terjadi pada anak-anak di Indonesia.

Paparan Materi Partisipasi Anak-anak dan Remaja dalam Mencegah Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak secara Online oleh Friska Audia Ersintamara

Setelah kegiatan seminar dan tanya jawab, sesi selanjutnya adalah diskusi kelompok yang melibatkan siswa dan para guru. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok yang masing-masing mengulas empat topik yang berbeda-beda, meliputi tentang bentuk eksploitasi seksual anak online yang perlu menjadi perhatian pemerintah, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, Sektor Swasta dan Guru dalam melindungi anak-anak dari bahaya eksploitasi seksual anak. Seluruh hasil diskusi dan paparan kelompok yang dilakukan dalam sesi ini akan menjadi dasar ECPAT Indonesia untuk melakukan advokasi kepada seluruh pemangku kepentingan dalam satu tahun mendatang.

Diskusi Kelompok

Diskusi Kelompok

Diskusi Kelompok

Presentasi Hasil Diskusi Kelompok

Penulis: Deden Ramadani (Koordinator Riset)

ECPAT IndonesiaEnding Sexual Exploitation of Children Online Conference 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.