Labirin Kekerasaan terhadap Perempuan Dari Perkuasaan Hingga Femisida Alarm Bagi Negara Untuk Bertindak Tepat

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Komisi Nasional anti Kekerasaan terhadap Perempuan  (KOMNAS Perempuan) setiap tahunnya , sejak tahun 2001, telah melakukan pendokumentasian angka dan kasus kekerasaan terhadap perempuan di Indonesia.   Dokumen tersebut di laporkan setiap tahun ke tahun.

Catatan tahunan (CATAHU) KOMNAS Perempuan memuat kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangai oleh lembaga-lembaga pengada layanan selama 1 tahun belakang.

Angka Kekerasaan terhadap Perempuan (KtP) sejak 2010 terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan angka yang sangat tinggi terjadi antara tahun 2011 sampai tahun 2012 yang mencapai 35%  untuk tahun 2015 jumlah kasus meningkat sebesar 9% dari tahun 2014.

Didalam acara ini KOMNAS Perempuan ini sebagaian besar data CATAHU yang dikompilasi KOMNAS Perempuan bersumber dari kasus / perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama (PA). Dibawah ini adalah salah satu contoh data di dapat oleh KOMNAS Perempuan yang berkaitan dengan kekerasaan perempuan dari tahun ke tahun.

No.1
Data CATAHU yang dikompilasi KOMNAS perempuan bersumber dari data-data kasus/perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama

Untuk kekerasan di ranah rumah tangga/relasi personal.  Kekerasan terhadap Istri (KtI) menempati peringkat pertama 5.784 kasus (56%), kekerasan dalam pacaran 2.171 kasus (21%), kekerasaan terhadap anak perempuan 1.799 kasus (17%) dan sisanya kekerasan mantan suami , kekerasan mantan pacar , serta kekerasaan terhadap pekerja rumah tangga.

CATAHU  ini mengungkapkan bahwa pelaku kekerasan seksual di ranah personal tertinggi adalah pacaran. Relasi personal pacaran dalam pengamatan komnas perempuan adalah kasus paling sulit menemui akses keadilan karena minimnya payung hukum dan perlindungan untuk kasus-kasus tersebut.

No. 2
Grafik bentuk kekerasan seksual di ranah KDRT/Relasi personal CATAHU 2017

Dalam kesimpulannya KOMNAS Perempuan membagi kekerasan terhadap perempuan menjadi 3 bagian yaitu :

  • Ranah dan pola kekerasan.
  • Kebijakan negara yang mengukuhkan kekerasan terhadap perempuan.
  • Layanan, pendataan, peran korban dan publik.

Dalam rekomendasinya Komnas perempuan di CATAHU ini ada 4 rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah, yaitu :

  • Negara harus mengupayakan pendalaman pengetahuan, mengenali pola dan pencegahan serta penanganan korban kekerasan terhadap perempuan.
  • Kewajiban negara dalam penanganan, perlindungan dan pemulihan korban.
  • Kebijakan negara dalam merespon dan memulihkan hak korban kekerasan komunal.

 

Penulis : Rio Hendra (Legal Officer ECPAT Indonesia

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...