Pelatihan Pendampingan Hukum dan Konselor di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Jakarta, 30 Oktober 2016Narasumber pada Kegiatan ini adalah: Evie Permatasari (SAPA Indonesia) Konselor Ibu Ninik (Komisioner ORI)

Ermelina Singereta, (ECPAT Indonesia), Pendampigan Hukum dan aturan-aturan hukum yang memberikan Perlindungan bagi korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Pelatihan ini diadakan selama 2 hari dan dimulai dari Hari Rabu 27 Oktober 2016,

Peserta pada kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa yang masih mondok di Pesantren Cipasung dan juga ada beberapa pesantren yang lainnya. Dan juga ada beberapa tenaga kesehatan yang juga ikut serta dalam pelatihan tersebut.

ECPAT Indonesia mendapatkan tugas untuk memberikan penyuluhan hukum, dimulai dari proses pendampingan hukum bagi korban, advokasi hukum dan aturan-aturan hukum yang melindungi persoalan perempuan dan anak di Indonesia.

Pada hari pertama menjelaskan mengenai Kekerasan terhadap perempuan dan anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, ekonomi dan seksual, dan dilanjutkan dengan materi konseling bagi korban, materi ini untuk menjelaskan bagaimana menghadapi korban yang menjadi korban kekerasan, prinsip-prinsip yang dipakai dalam melakukan konseling bagi korban yang harus digunakan oleh seorang konselor.

Pelatihan ini pada sore harinya membagikan peserta kepada 3 kelompok dengan memberikan lembar kasus dan setiap kelompok membagikan perannya masing-masing sesuai dengan arahan dari fasilitator. Para peserta sangat antusias untuk menjalankan peran masing-masing, ada yang menjadi korban, ada yang menjadi tokoh agama,tokoh masyarakat, teman, suami, orang tua, tetangga dan konselor.

Pada malam hari, kami menonton film bersama yang berjudul “Perempuan berkalung Sorban”. Film yang sangat fenomenal, tentang perjuangan seorang perempuan di pesantren yang menuntut keadilan yang setara antara perempuan dan laki-laki. Film yang mempertanyakan kembali tentang ajaran-ajaran kitab suci, film yang menceritakan tentang perjuangan untuk menuntuk keadilan dan kesetaraan, film yang menceritakan tentang kekerasan dalam rumah  tangga, mulai dari kekerasan fisik, psikis, ekonomi dan kekerasan seksual, film yang menceritakan tentang poligami, film yang menceritakan tentang makna cinta dari seorang perempuan yang membangkang terhadap budaya dan ajaran-ajaran agama.

 

Pada tanggal 28 Oktober 2016, materi yang disampaikan adalah melakukan review film yang telah ditonton oleh peserta. Para peserta sangat antusias dan sangat luar biasa dalam menanggapi film tersebut, masih ada pro dan kontra mulai dari ketidakpatuhan anak yang tidak patuh pada ajaran orang tua, ketidakpatuhan perempuan pada suami, lupa dengan kodrat dll.

Pada hari kedua, melanjutkan materi tentang Peran Pendamping Hukum dan aturan hukum yang memberikan perlindungan bagi korban khususnya bagi perempuan dan Anak.

Hal pertama yang dilakukan adalah dengan mempertanyakan kepada peserta mengenai hukum, berbagai macam jawaban yang peserta berikan, dan pada akhirnya menjelaskan mengenai apa itu Hukum, Hukum itu bisa dimana saja, karena hukum itu adalah aturan, aturan itu ada disekitar kita mulai dari lingkungan tempat tinggal, Pondok Pesantren, Keluarga, RT,RW, Desa dan maysarakat yang lebih luasnya. Namun ada hukum yang tertulis dan tidak tertulis. Hukum itu merupakan cakupan dari semua sistem mulai dari sistem budaya, Hukum, sosial dan politik.

Materi ini juga menjelakan mengenai peran pendamping hukum dalam memberikan bantuan hukum bagi korban, mulai dari proses pendampingan peradilan (Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan), melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum, melakukan koordinasi dengan lembaga negara diantaranya adalah KPAI, KOMNAS PEREMPUAN, KOMNAS HAM, ORI, KOMJAK, LPSK dan lembaga-lembaga negara terkait lainnya.

Dalam penanganan kasus perlu adanya advokasi meluas, melibatkan media terkait dengan hambatan dalam penangan kasus, namun satu hal penting yang harus dilakukan oleh pendamping hukum adalah untuk tidak memanfaatkan korban untuk popularitas sebuah persoalan hukum.

Hal yang lainnya juga disampaikan mengenai aturan hukum, mulai dari aturan hukum internasional maupun lokal.

Pendamping korban bisa dari kalangan manapun, dengan adanya Undang-Undang No 11 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum maka pendamping korban bisa dari advokat, Paralegal, Peksos dll. Selain itu juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang dimana dalam Undang-Undang ini mengatur mengenai perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan kasus anak, mulai Peksos, advokat, tenaga medis dll.

Untuk menguji kemampuan peserta, kami membagikan peserta kedalam 4 kelompok untuk melakukan diskusi kelompok. Membagikan lembar kasus dengan (Kasus Trafficking untuk tujuan seksual D, Kasus Prostitusi YL, Kasus KDRT, Kasus KDP. Pertanyaan pada kasus adalah sebagai berikut.

  1. Identifikasi pelaku dan korban
  2. Jelaskan jalur penyelesaian kasus diatas, dan lembaga apa saja yang bisa diajak kerjasama dalam penanganan kasus tersebut.
  3. Undang-Undang apa saja yang dapat digunakan dalam kasus tersebut diatas.
  4. Apa saja hak-hak yang didapati oleh korban.

Setelah itu peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok dan meminta masukan dari kelompok yang lain untuk melengkapi kekurangan hasil diskusi kelompok.

Dari pelatihan ini dapat terlihat bahwa peserta sangat antusias terhadap persoalan korban, dan dalam 2 hari pelatihan tersebut, peserta memahami terkait dengan persoalan pendampingan bagi korban baik untuk melakukan proses pemulihan (konseling) maupun proses pendampingan hukum dan aturan hukum yang dapat dipakai pada kasus-kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Hasil pertemuan tersebut menghasilkan adanya group WA bersama, hal ini untuk mempermudah proses diskusi dengan pserta pelatihan saat alumni pelatihan melakukan pendampingan bagi korban.

Penulis:

Ermelina Singereta, SH

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...