Smart School Online X SMK Muhammadiyah 15 Jakarta : Sosialisasi “Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online”

BeritaKomentar

Pada 3 Oktober 2019, ECPAT Indonesia melaksanakan sosialisasi tindaklanjut program Smart School Online di SMK Muhammadiyah 15 Jakarta tentang “Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online”. Program Smart School Online ini merupakan hasil kerjasama antara ECPAT Indonesia, ICT Watch dan Yayasan Sejiwa yang difasilitasi oleh Google Indonesia. Program yang telah dilaksanakan di 12 kota ini memiliki tujuan untuk mengedukasi sekolah-sekolah di Indonesia beserta seluruh perangkat didalamnya termasuk pelajar maupun bapak/ibu guru dan orang tua mengenai literasi digital termasuk didalamnya isu eksploitasi seksual anak di ranah online yang sudah saatnya perlu mendapat perhatian lebih.

Kegiatan ini mengangkat tema ekploitasi seksual terhadap anak di ranah online. Tema tersebut tentu saja dilatar belakangi oleh tingginya angka pengguna internet di Indonesia yang khususnya masih sebagian besar dipegang oleh pengguna dengan kategori umur masih anak-anak. Oleh karena itu, pemahaman akan adanya isu ini dapat menjadi tameng atau pelindung bagi mereka dikemudian hari dalam berinternet sehingga dapat menghindari kerentanan akan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada mereka di dunia maya.

Sosialisasi ini di fasilitasi oleh tim mahasiswa magang dari ECPAT Indonesia, antara lain Muhammad Shobar Arief (Universitas Brawijaya) dan Al Dara Anisa Saleh (Universitas Bina Nusantara) sebagai pemateri.

Adapula gambaran materi “Eskploitasi Seksual Anak di Ranah Online” yang disampaikan, antara lain diawali dengan sharing akan data-data terkini dari kasus ESA yang telah dimiliki oleh ECPAT Indonesia, yaitu sebanyak 397 anak telah menjadi korban eksploitasi seksual di ranah online pada tahun 2018. Serta tidak terlupakan bahwa isu ESA ini sudah menempati prioritas ke-7 yang ditetapkan oleh Interpol sebagai kasus yang paling sering terjadi/ ditemukan di negara-negara di dunia sehingga tentu saja isu ESA sudah bukan saatnya dipandang sebelah mata lagi.

Tidak hanya itu, pemaparan mengenai jenis-jenis tindak eksploitasi seksual terhadap anak di ranah online juga dijelaskan kepada para peserta yang mencakup: 1) Grooming Online untuk Tujuan Seksual; 2) Sexting; 3) Sextortion; dan 4) Live Streaming untuk Tujuan Seksual pada anak. Ke-empat jenis ESA tersebut pada dasarnya saling berkaitan karena antara satu sama lain dapat diibaratkan sebagai suatu proses yang dilakukan sang pelaku terhadap korban yang di incarnya melalui dunia maya.

Mengingat adanya urgensi akan pemahaman isu ESA ini serta banyaknya jenis kasus yang mengancam pengguna internet khususnya anak-anak yang masih belum paham akan eksistensi bahaya ini, tentu saja membuat ECPAT Indonesia terus berusaha untuk melebarkan aktivitasnya melalui program Smart School Online. Terlebih, semua usaha dalam melindungi anak-anak di ranah online sejatinya harus dimaksimalkan mengingat sudah adanya perlindungan bagi mereka melalui Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan UU No. 35 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002.

Acara yang berlangsung selama satu hari yaitu pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 ini diikuti oleh kurang lebih 80 orang peserta yang terdiri dari siswa-siswi mulai dari kelas X, XI dan XII SMK Muhammadiyah 15 Jakarta serta beberapa Bapak/Ibu Guru.

Editor : Muhammad Shobar Arief (Mahasiswa Magang dari Universitas Brawijaya)

ECPAT IndonesiaSmart School Online X SMK Muhammadiyah 15 Jakarta : Sosialisasi “Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.