Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) di Kota Cirebon

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

CIREBON, 1 -3 Agustus 2018 – ECPAT Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon membuat acara Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Pada kegiatan ini ECPAT Indonesia mengundang sekitar 150 orang yang terdiri dari berbagai pihak seperti perwakilan sekolah (SD, SMP dan SMA), Dinas terkait di Kota Cirebon, perwakilan komite sekolah, pengawas sekolah, forum PKBM, Perhimpunan Guru PAUD Kota Cirebon, Karang Taruna, dan organisasi kepemudaan lainnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Cirebon, dalam pidatonya Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon mengatakan bahwa perlunya sinergitas antar pihak terkait dalam melakukan pencegahan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kota Cirebon. Sebagai wilayah yang menjadi perlintasan lalu lintas terpadat di Pulau Jawa, Cirebon atau yang lebih dikenal Pantura (Pantai Utara Jawa), bukan tidak mungkin bahwa para pelaku perdagangan orang juga melintasi kota Cirebon dan mungkin melakukan transit juga di sini. Untuk itu perlu adanya langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama mulai dari bawah sampai keatas untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang tersebut.

Dalam sosialisasi ini para peserta sangat antusias dalam mengikuti semua paparan yang diberikan oleh para Fasilitator mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang. Fasilitator menjelaskan berbagai macam materi mulai dari, migrasi aman, pengertian perdagangan orang, eksploitasi seksual anak online dan materi mengenai pembiasaan di keluarga, yang disampaikan secara bergantian oleh Fasilitator dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan dan Fasilitator dari ECPAT Indonesia. Pada sesi tanya jawab para peserta sosialisasi terlihat aktif dalam bertanya untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi terkait Pencegahan TPPO.

Pada akhir acara dari hari pertama sampai hari ketiga para peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah mengikuti sosisalisasi ini, hampir keseluruhan peserta sepakat untuk menyampaikan informasi yang telah di dapatnya dalam kegiatan ini kepada komunitas mereka masing-masing. Bahkan para perwakilan sekolah yang datang mereka tertarik untuk membuat sosialisasi serupa di sekolah mereka, agar anak-anak didik mereka tidak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Penulis

Rio Hendra

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...