E-Learning Pulau Bebas Pornografi

Saat ini kasus pornografi dan eksploitasi seksual anak di ranah daring menjadi kasus yang memprihatinkan. Hingga triwulan kedua tahun 2020, KPAI telah mencatat terdapat 250 kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak. Pandemi Covid-19 ini menyebabkan keterpaparan anak terhadap gawai dan internet meningkat tajam. Anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam sehari dengan menggunakan gawai dan internet, sebagai imbas dari peraturan untuk belajar dari rumah dan physical distancing yang ditetapkan oleh pemerintah.

Keberadaan konten pornografi yang mudah diakses oleh pengguna internet dari kalangan anak-anak, rentan mengganggu perkembangan psikis anak. Sehingga diperlukan upaya komprehenshif yang melibatkan berbagai stakeholder dalam mencegah dan menyelesaikannya. Dalam hal ini KEMENPPPA bekerjasama dengan ECPAT Indonesia telah berhasil menyusun Pedoman Desa/Kelurahan Bebas dari Pornografi pada tahun 2018. Pedoman tersebut disusun berdasarkan hasil assesmen ditingkat kelurahan/desa, yang melibatkan stakeholder desa/kelurahan, organisasi masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten/kota. Penyusunan Pedoman Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak Anak tersebut dilanjutkan dengan melakukan pencanangan Desa/Kelurahan Bebas Pornografi di Kampung Maluang Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur, dimana upaya pencanangan ini telah mendapat dukungan secara suka rela dari seluruh aparat pemerintahan kelurahan, stakeholder dan masyarakat.

Untuk memperluas wilayah pencananganan Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak,  Kemen PPPA c.q. Deputi Bidang Perlindungan Anak menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Desa dalam rangka Mewujudkan Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak, sebagai bukti nyata, bahwa pornografi anak harus dihentikan. Kemen PPPA mengajak pemerintah daerah, dalam hal ini perangkat desa/kelurahan, untuk dapat menjadi pendorong bagi warga sekitar untuk memerangi pornografi anak. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Pulau Maitara sebagai Pulau yang akan dicanangkan sebagai Pulau Bebas Pornografi Anak, yang terdiri dari 4 desa, yaitu Desa Maitara, Desa Maitara Selatan, Desa Maitara Tengah, dan Desa Maitara Utara.

Status
Not Enrolled
Price
Free
Mulai Belajar

Masukkan kata kunci pencarian...