7 Strategi Pencegahan untuk Melindungi Anak dari Eksploitasi Seksual

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Akibat mewabahnya coronavirus, pemerintah menghibau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan social distancing. Dalam situasi seperti ini, anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dan menggunakan internet. Kondisi ini membuat anak menjadi rentan. Para pelaku kejahatan seksual dapat memanfaatkan situasi ini untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk melakukan strategi pencegahan berikut ini:

  1. Mengajak anak untuk bermain internet bersama dengan anggota keluarga yang lebih dewasa.
  2. Menempatkan komputer di tempat yang mudah diawasi, serta beri batas waktu kepada anak dalam menggunakan internet.
  3. Pelajari sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet bersama anggota keluarga lainnya.
  4. Memberikan pengertian kepada anak untuk tidak menanggapi/menjawab setiap private chat dari orang yang tidak dikenal.
  5. Menghimbau anak untuk tidak memberikan data pribadi/keluarga, alamat rumah/sekolah, nomor telepon dan data diri lainnya kepada orang yang tidak dikenal.
  6. Tegaskan kepada anak untuk tidak merencanakan pertemuan secara online (seperti melakukan video call) dengan seseorang yang baru mereka kenal di internet.
  7. Mengaktifkan pengaturan keamanan di setiap fitur-fitur di perangkat elektronik, gunakan parenting control dan aplikasi pengaman lainnya yang bisa melindungi anak ketika menggunakan internet.
SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...

Enter search keyword...