12 Korban ESKA Sudah di Reintegrasi

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Reintegrasi menjadi salah satu aspek penting dalam pendampingan korban ESKA. Banyak diantara korban tersebut yang mengalami trauma atau lingkungan yang mencibur mereka sehingga mereka tidak mau kembali ke keluarga ataupun ke sekolahnya.

_x000D_

Untuk mengatasi hal ini, korban harus didampingi untuk direintegrasikan kembali ke masyarakat, keluarga, maupun ke sekolahnya, agar korban bisa menjalani hiduonya lagi seperti sedia kala. Namun hal ini bukanlah hal yang mudah, karena banyak faktor yang harus di perhatikan, mulai dari kebutuhan korban, kondisi keluarga, sekolah, dan lingkungannya. serta metode apa yang pas untuk menangani korban dengan situasi seperti itu yang tentunya setiap korban mempunya situasi yang berbeda-beda.

_x000D_

Saat ini ada 12 korban ESKA dampingan pelhuk ECPAT Indonesia yang sudah di reintegrasi. Bentuk reintegrasinya pun berbeda-beda, muali dari konseling, diskusi mengenai kondisi korban kepada kuluarga dan masyarakat dilingkungannya, pendampingan ke rumah sakit, pendampingan hukum, setra juga mendampingi korban ke LPSK untuk mengurusi hak korban berupa restitusi dan kompensasi.

_x000D_

Selain itu, ada beberapa korban juga yang dititipkan di shelter seperti yayasan pulih untuk pemulihan korban. Para korban ini berasal dari berbagai daerah mulai dari Bogor, Jakarta, Tangerang, Batam, Serang, Bandung, dan Solo.

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...

Enter search keyword...