Cegah Kebocoran Anggaran Negara, Alokasikan Lebih Banyak Anggaran untuk Atasi Kesenjangan

NewsLeave a Comment

Di Jakarta dan di lebih dari 70 kota di dunia, puluhan ribu orang turun ke jalan berkampanye menyerukan kepada para pemimpin negara untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk peningkatan kualitas layanan publik dan menindak tegas para pengemplang pajak.

Kampanye ini merupakan bagian dari gerakan Aksi/2015 dalam menyambut pertemuan tingkat tinggi Pendanaan Pembangunan Global (Financing for Development) ke-3 di Addis Ababa (13-16 Juli 2015). Dalam pertemuan tinggi itu para pemimpin negara dan Menteri Keuangan akan datang untuk memastikan pembiayaan pembangunan negara yang berkelanjutan dan memperhatikan perubahan iklim dalam 15 tahun ke depan.

Setelah Rencana Pembangunan Milenium (MDG) berakhir pada tahun 2015 ini, negara-negara di dunia memerlukan rencana pembangunan global yang baru. Saat ini para pemimpin dunia sedang memfinalisasi rencana pembangunan globar baru yang akan diberi nama Rencana Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal). Rencana pembangunan ini akan diluncurkan pada bulan September 2015.

Oleh karena itu tahun 2015 ini bisa dipakai sebagai sebuah kesempatan untuk merencanakan pembangunan baru yang lebih aman, sehat dan adil. Sebuah rencana pembangunan yang akan menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa melihat latar belakang ras, agama, tingkat ekonomi, jenis kelamin dan usia. Untuk mewujudkan rencana pembangunan global ini diperlukan rencana pembiayaan yang jelas agar. negara-negara dapat berkomitmen untuk melaksanakannya.

Aksi/2015 adalah salah satu kampanye masyarakat sipil terbesar di dunia. Ia menggerakan masyarakat dari berbagai kalangan untuk menyuarakan aspirasi, melakukan pertemuan publik dan kegiatan lainnya di lebih dari 70 negara di seluruh benua. Kampanye ini menyerukan agar para pemimpin negara memanfaatkan konferensi tingkat tinggi di Addis Ababa tanggal 13 Juli 2015 nanti untuk mengatasi ketidakadilan pajak, memberikan pendanaan yang berpihak kepada kaum miskin terpinggirkan serta memastikan agar para pemimpin negara menepati komitmen mereka.

Di Jakarta, koalisi Aksi/2015 telah memfasilitasi ratusan anak-anak dari seluruh Indonesia untuk mengirimkan kartu pos bergambar, menyuarakan harapan mereka terkait pendanaan bagi masa depan bangsa kepada Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro. Berbagai organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aksi/2015 juga turun ke jalan untuk mensosialisasikan pesan ini di Bundaran HI pada hari Sabtu, 11 Juli 2015.

Tatak Ujiyati, Direktur Kampanye dan Advokasi Save the Children menyatakan: “Konferensi Financing for Development di Addis Ababa ini jangan sampai hanya menjadi pertemuan formalitas belaka. Pemerintah harus berusaha lebih keras untuk menyediakan dana yang cukup untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan publik sesuai dengan tujuan global yang akan disepakati secara bersama oleh PBB. Komitmen kerjasama global, bantuan pembangunan, dan target alokasi dana bagi orang-orang yang hidup dalam kemiskinan bergantung pada konferensi tingkat tinggi ini. Kami orangisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aksi/2015 ingin mengingatkan kepada para pemimpin negara bahwa janji adalah hutang yang harus dipenuhi “

ECPAT IndonesiaCegah Kebocoran Anggaran Negara, Alokasikan Lebih Banyak Anggaran untuk Atasi Kesenjangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.