Diskusi Penanganan Kasus Trafficking

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Kasus trafficking merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah. Trafficking perempuan dan anak telah mempunyai jaringan yang sangat luas sehingga merupakan ancaman bagi masyarakat, bangsa dan negara serta norma-norma kehidupan yang dilandasi atas penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kasus trafficking bukan hanya terjadi di dalam satu negra namun antra negara yang bisa menjangkau tempat-tempat yang tak teduga. hal ini menyebabkan para korban sulit untuk mengakses keadilan dikarenakan hukum lintas negara yang tidak mudah._x000D_
_x000D_
Jumlah kasus trafficking di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, namun penyelesaiannya masih mengalami banyak kendala. Penyelesaian kasus ini tidak  dapat dilakukan secara konvensional saja, tapi harus secara komprehensif dilakukan oleh organisasi/lembaga, Aparat Penegak Hukum dan masyarakat. Penyelesaian yang demikian tidak hanya pada wilayah penindakan ataupun penanganan hukum semata (represif), tetapi juga membutuhkan penanganan secara preventif untuk meminimalisir terjadinya trafficking seperti yang dilansir LBH Apik Makasar._x000D_
_x000D_
Menanggapi kegelisahan tersebut, LBH Apik Makasar bekerjasama dengan Solidarity Center “ACILS” Jakarta menyelenggarakan Acara Diskusi Penanganan Kasus Trafficking di Hotel Grand Asia Makasar pada tanggal 24 september 2014 yang bertujuan untuk Meningkatkan pemahaman dalam penanganan kasus Trafficking Perempuan dan Anak, Membangun kesepahaman bersama dengan Aparat Penegak Hukum dan tenaga pendamping dalam penanganan kasus Trafficking, dan Memberikan kepedulian dan perhatian khusus kepada perempuan dan anak korban Trafficking. ECPAT Indonesia menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut yang diwakili oleh Ermalina S, Advokat ECPAT Indonesia. Selain itu ada dua narasumber lain yaitu Dr. Fadli Andi Natsif, SH. MH. (Akademisi) dan Kompol Hj. Jamila Nompo (Kanit PPA Polda Sulsel). Acara ini dihadiri oleh 25  orang peserta, yang terdiri dari Organisasi NGO/lembaga layanan, Aparat Penegak Hukum dan Pendamping._x000D_
_x000D_
Acara ini juga diadakan di Sukabumi bekerjasama dengan Solidarity Center “ACILS” mengadakan diskusi dengan tema yang sama namun peserta yang berbeda. Diskusi yang dilaksanakan di Pelabuhan ratu Sukabumi ini menghadirkan peserta dari bebrbagai kalangan diantaranya kelurahan, P2TP2A, Kecamatan, dan KPPA Daerah degan jumlah peserta sebnayak 35 orang.

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...

Enter search keyword...