Press Release : Melawan Eksploitasi Seksual Komersial Anak

Berita, Press ReleaseKomentar

DTZ

PRESS RELEASE

“ Down to Zero” – Melawan Eksploitasi  Seksual Komersial Anak

Mendesak  langkah-langkah kongkrit untuk menghapuskan eksploitasi seksual komersial anak, terutama di sektor perjalanan, pariwisata dan online.

 

Aliansi Down to Zero(DtZ) -di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2017  merasa penting untuk memberikan respon atas masalah Eksploitasi Seksual Komersial  Anak (ESKA), terutama yang terjadi di sektor perjalanan dan pariwisata (travel and tourism) dan online. Dalam konteks terjadinya ESKA ini penting untuk memastikan negara sebagai duty bearer dalam melindungi dan memenuhi hak warga negara

Praktik eksploitasi seksual komersial anak merupakan masalah mendesak di seluruh dunia yang perlu ditangani. Lebih dari 1 juta anak setiap tahun menjadi korban eksploitasi seksual komersial. Aliansi Down to Zero bertujuan untuk menghentikan eksploitasi seksual komersial anak di 11 negara. Aliansi tersebut merupakan kerjasama antara Terre des Hommes Netherlands, Defence for Children-ECPAT, Free a Girl, ICCO dan Plan Netherlands, yang  di dukung oleh mitra strategis kami, Kementrian Luar Negeri Belanda. Aliansi Down to Zero di Indonesia beranggotakan Plan International Indonesia, ECPAT Indonesia, dan mitra-mitra pelaksana Terre des Hommes Netherlands.

Eksploitasi Seksual Komersial Anak merupakan isu yang komplek dengan banyak faktor pendorong diantaranya kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, meningkatnya kebebasan bertindak, kesenjangan pendidikan, kesenjangan partisipasi politik dan korupsi. Hal tersebut merupakan keadaan yang membuat anak rentan dieksploitasi, dan membuat pelaku kejahatan eksploitasi sulit ditangkap dan diadili.

Program Down to Zero yang berdurasi selama 5 tahun (2016 – 2020) menyasar 4 komponen utama pelaku perlindungan anak dari eksploitasi seksual komersial anak yakni anak itu sendiri, masyarakat, pemerintah beserta penegak hukum, dan sektor swasta :

  • Down to Zero dalam intervensi ke anak berupaya membangun kesadaran anak dan remaja agar dapat melindungi diri mereka, berjuang untuk haknya dan melakukan perubahan di lingkungan mereka sendiri. Kami memastikan bahwa anak memiliki kesadaran terhadap sistem perlindungan anak tersebut.
  • Di lain sisi, komponen masyarakat juga penting untuk diperkuat. DtZ melakukan kampanye, diskusi dan membentuk sistem perlindungan anak di daerah agar masyarakat memahami konsekuensi eksploitasi seksual komersial terhadap anak. Diskusi juga dilakukan bersama keluarga tentang isu tersebut, melawan tabu dan malu. Dalam hal pendampingan korban, kami juga menawarkan perlindungan dari situasi eksploitatif dengan mengatur tempat tinggal dan perawatan yang sesuai untuk korban.
  • Down to Zero mendorong wewenang daerah, meningkatkan kapasitas dan perjuangan untuk menuntut pelaku, sehingga pemerintah daerah, kepolisian dan sistem peradilan dapat menyusun kebijakan, hukum dan aturan yang mendukung usaha ini. Kedutaan Besar Belanda secara aktif membahas hal ini dengan pihak yang berwenang, sehingga isu tersebut bisa mendapatkan perhatian sesuai dengan yang dibutuhkan. Mendorong perbaikan aturan daerah agar rencana baru bisa dilaksanakan dan, bila perlu, menyediakan pendampingan.
  • Down to Zero membangun dan memperkuat kerjasama dengan sektor bisnis. Hal ini dilakukan melalui lobi dan pengembangan kode etik melalui kolaborasi dengan institusi yang relevan. Kami bekerjasama dengan beberapa industri, seperti sektor pariwisata, dengan mengembangkan kode etik dimana perusahaan pariwisata lokal maupun internasional harus melakukan dan memberikan perlindungan terhadap hak anak. Kami juga membantu perusahaan yang bersedia menyediakan lowongan kerja dan pendidikan untuk keluarga korban.

Program DtZ dilaksanakan di wilayah Batam, Jakarta, Surabaya dan Lombok dan bermitra dengan lembaga lokal yakni Yayasan Embun Pelangi – Batam, Yayasan Bandungwangi – Jakarta, Surabaya Children Crisis Center (SCCC)-Surabaya, Koalisi Perempuan Indonesia-Surabaya (KPI Jatim), Yayasan Galang Anak Semesta (GAGAS) – Mataram.

Dalam setahun perjalanan program DtZ ini setidaknya terdapat 576 anak yang terlatih untuk melakukan advokasi yang memampukan mereka untuk memahami hak-hak dan memobilisasi teman sebaya dalam menolak ESKA, 588 anak telah dilatih utk melakukan peningkatan kesadaran tentang pencegahan ESKA bagi teman sebaya, 2169 anggota masyarakat yang telah dijangkau dan berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesadaran tentang pencegahan dan penanganan ESKA, 75 keluarga korban ESKA dan 447 anak rentan ESKA (beberapa di antaranya adalah korban ESKA) sudah dijangkau dan mendapatkan layanan yang dibutuhkan seperti pendampingan dalam bentuk konseling, pendidikan, kesehatan, bantuan hukum dan rehabilitasi dan pelatihan keterampilan hidup, 12 mekanisme perlindungan anak di Batam, Jakarta, Surabaya dan Lombok Tengah dan Lombok Barat telah dibentuk dan dilatih untuk menjalankan fungsi pencegahan, pelaporan dan rujukan terkait isu perlindungan anak dan ESKA, dan 10 perusahaan sektor hospitality di Jakarta dan Surabaya (hotel, kafe, panti pijat, travel agent, karaoke) sudah menandatangani perjanjian untuk mempromosikan perlindungan anak dan menolak ESKA di lingkup usaha mereka.
“Selain itu, sejauh ini DtZ sudah memberikan pelatihan kepada 90 staf pemerintah dan penegak hukum daerah, 60 penegak hukum di pusat dan mendampingi 40 kasus hukum ESKA (di Jakarta, Batam dan Surabaya) dan mengadakan lebih dari 100 pertemuan dengan para penegak hukum daerah dalam rangka penanganan kasus-kasus tersebut.”

Seminar 1 Agustus yang diselenggarakan oleh Plan International sebagai bagian dari program Down to Zero memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Sharing pembelajaran dalam upaya mencegah kekerasan terhadap anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat lewat fungsi Komite Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat,
  2. Memperkenalkan dan mendekatkan program Down to Zero kepada masyarakat luas, LSM, media, instansi/institusi pemerintahan terkait, dan sektor swasta.
  3. Mengumpulkan rekomendasi publik terkait strategi program Down to Zero dalam pencegahan dan penghapusan eksploitasi seksual komersial anak di Indonesia

Nara hubung DtZ :

Sekretariat DtZ Indonesia : Rini Murwahyuni 0813 1415 9915

Program Manager DtZ Plan International – Indonesia : Roosa Sibarani 081222078693

Program Manager DtZ ECPAT Indonesia : Fitri Annisa 0811 1311 297

 

Info ttg Dwon to zero bisa di akses di http://downtozeroplatform.com

ECPAT IndonesiaPress Release : Melawan Eksploitasi Seksual Komersial Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *