Assessment Desa Bebas Pornografi Anak di Berau

BeritaKomentar

Maraknya kasus pornografi anak mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah konkret untuk pencegahan dan merespon sejak dini berbasis komunitas. Salah satu strategi yang ingin diwujudkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah  tersedianya desa-desa yang memiliki kapasitas untuk mencegah terjadinya pornografi anak terjadi di wilayahnya, atau dikenal dengan istilah Desa Bebas Pornografi Anak. Nantinya, Desa Pornografi Anak akan mengoptimalkan seluruh perangkat desa dalam strategi pencegahan pornografi anak di wilayahnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut ECPAT Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong terwujudnya Desa Bebas Pornografi Anak di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu dimulai melalui kegiatan assessment. Kegiatan assessment ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait situasi desa dalam melakukan pencegahan dan penanganan pornografi anak di wilayahnya.  Selain itu, assessment juga dilakukan untuk mendapatkan input dan masukan dalam penyusunan panduan teknis Desa Bebas Pornografi berdasarkan pengalaman dan tantangan yang dihadapi desa dalam melakukan pencegahan dan menangani pornografi anak di wilayahnya.

Kegiatan assessment pertama dilakukan pada tanggal 23 Maret 2018 di Desa Maluang, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelatihan pencegahan eksploitasi seksual anak secara online yang melibatkan orang tua, guru dan komunitas. Kegiatan assessment ini melibatkan orang tua (perangkat desa, orang tua, guru dan komunitas) dan anak sebagai peserta asssesment.

Assessment orang tua  berfokus untuk menggali situasi dan pengalaman desa dalam menghadapi kasus-kasus pornografi anak di wilayah ini, tidak hanya anak yang terlibat dalam proses pembuatan konten pornografi, namun juga anak yang terpapar oleh pornografi. Sedangkan, assement pada kelompok anak bertujuan untuk memperkuat temuan-temuan di dalam assessment orang tua dan melihat perspektif anak dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

Hasil assessment yang diselenggarakan di Berau nantinya juga akan diperbandingkan dengan hasil assessment yang akan diselenggarakan di Makasssar. Dari dua hasil assessment tersebut, ECPAT Indonesia  bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menyusun panduan teknis untuk mewujudkan Desa Bebas Pornografi Anak yang ditargetkan dapat diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia.

 

Deden Ramadani

Koordinator Riset ECPAT Indonesia

ECPAT IndonesiaAssessment Desa Bebas Pornografi Anak di Berau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *