Ecpat International Assembly, Bogota-Colombia And First International Summit On Child Protection In Travel And Tourism

BeritaKomentar

ECPAT INDONESIA yang diwakili oleh Ahmad Sofian berkesempatan mengunjungi kota Bogota, Kolombia, menghadiri “First International Summit on Child Protection in Travel and Tourism” yang diselenggarakan Pemerintah Kolombia bekerjasama dengan The World Travel and Tourism Council, ECPAT International, UNODC, UNICEF, The High Level Global Task Force on Child Protetection in Travel and Tourism. Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 orang peserta dari lebih kurang 156 negara. Dari Indonesia, hanya ada dua peserta yaitu ECPAT Indonesia dan Plan International Indonesia. Kegiatan ini berlangsung tanggal 6-8 Juni 2018, di Hotel Whymdam, Bogota. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Perdagangan Kolombia.

ECPAT Indonesia dapat kesempatan yang berharga dalam international summit ini, karena diberikan kesempatan mempresentasikan papernya dalam parallel workshop dengan judul “Sexual Exploitaiton Boys Prostitution in Indonesia” bersama dengan tiga panelis lain yaitu Dr. Mark (Prancis), Dr. Tufail Muhammad (Pakistan) dan Carol (Amerika Serikat).

Pertemuan internasional ini melahirkan satu deklarasi yang disebut dengan “Call to Action from the International Summit for the Protection of Children in Travel and Tourism”. Dalam call for action ini diminta agar semua pihak mencegah kejahatan anak yang berlangsung di industri pariwisata dan secara moral agar semua sektor termasuk sektor swasta dan sektor publik secara aktif menghapuskan kejahatan ini.

Oleh karena itu perlu mengambil langkah-langkah yang melibatkan semua aktor, termasuk masyarakat, keluarga, anak-anak agar tidak mentoleransi eksploitasi seksual anak di industry travel and tourism dan membuka dialog yang konstruktif dengan media dalam melindungi dan mempromosikan perlindungan anak di wilayah ini. Selain itu, perlu menciptakan kerangka hukum yang efektif dan dan kuat untuk memastikan bahwa perlindungan anak dilakukan dan menuntut para pelaku ke pengadilan, karenanya diperlukan kerjasama antara penegak hukum dan dilakukannya investigasi lintas negara.

Aspek lain yang juga diputuskan adalah memperkuat kerjasama multi stakeholders dalam membangun sistem pelaporan seperti : helplines, hotlines dan online reporting platforms serta membangun standard dan mekanisme penanganan kasus eksploitasi seksual anak di industry travel and tourism serta memastikan penegak hukum memiliki keahlian dan child friendly principle dalam mengidentifikasi, menginvestigasi dan memiliki kemampuan dalam mengakses korban dan saksi.

ECPAT IndonesiaEcpat International Assembly, Bogota-Colombia And First International Summit On Child Protection In Travel And Tourism

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *