FGD Penyusunan Pedoman Standar Layanan bagi Korban dan Pelaku Pornografi

BeritaKomentar

DSC_2802 1

Pada hari Kamis, 31 Agustus 2017, ECPAT Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan kegiatan FGD penyusunan pedoman standar Layanan bagi Korban dan Pelaku Pornografi. Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat ECPAT Indonesia turut dihadiri oleh Dra. Valentina Gintings, M.Si, Asdep Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi dan DR. Ahmad Sofian, SH. MA, Koordinator Nasional ECPAT Indonesia. Turut hadir pula perwakilan dari P2TP2A di Jakarta, Kepolisian, dan kelompok masyarakat sipil yang memberikan pelayanan terhadap pelaku dan korban pornografi.

Melalui pertemuan ini, Ibu Dra. Valentina Gintings, M.Si memberikan penjelasan tentang urgensi dari pedoman standar pelayanan bagi korban dan pelaku pornografi. Dalam paparannya, Ibu Valentina menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi amanah dari PP No. 40 tahun 2011 tentang Pembinaan, Pendampingan, dan Pemulihan terhadap Anak yang Menjadi Korban atau Pelaku Pornografi. Peraturan Pemerintah ini mengamanatkan kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), untuk menyusun pedoman standar layanan bagi korban dan pelaku pornografi. Keberadaan pedoman ini akan diharapkan dapat menjadi standar nasional terhadap setiap unit pelaksana di pemerintahan ataupun non-pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap korban dan pelaku pornografi.

Melalui kegiatan FGD yang berlangsung selama dua jam, ECPAT Indonesia mendapatkan banyak masukan dalam rangka penyusunan pedoman ini. Beberapa fokus peserta FGD meliputi : pentingnya proses terapi terhadap pelaku dan korban pornografi; model standar pelayanan yang juga mempertimbangkan kota-kota kecil; serta pentingnya memisahkan pedoman pelayanan bagi pelaku dan korban. Hasil dari FGD ini akan menjadi dasar bagi ECPAT Indonesia untuk menyusun draft awal pedoman standar pelayanan bagi korban dan pelaku pornografi.

Deden Ramadani
(Koordinator Riset ECPAT Indonesia)

ECPAT IndonesiaFGD Penyusunan Pedoman Standar Layanan bagi Korban dan Pelaku Pornografi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *