“Memperkuat Komunitas Lokal dalam Memerangi Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata”

Berita, Press ReleaseKomentar

rsz_press_rilis

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan ECPAT Indonesia melakukan pelatihan bagi komunitas lokal yang ada di Desa Kemadang, Kabupaten Gunung Kidul untuk memerangi kekerasan dan eksploitasi seksual anak. Dipilihnya desa Kemadang sebagai tempat pelatihan adalah untuk menindaklanjuti dari temuan quick assessment  yang dilakukan sebelumnya di wilayah ini yang menunjukkan potensi kekerasan dan eksploitasi seksual anak terjadi di wilayah ini.13

Pelatihannya ini melibatkan lebih dari 30 peserta dari berbagai macam unsur, ada yang berasal dari unsur pemerintahan, unsur kemasyarakatan, unsur dari para pengusaha pariwisata dan dari forum anak. Selain itu ada pelibatan Komunitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), salah satu organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat desa dengan dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Desa Kemadang adalah salah satu desa di Kabupaten Gunung Kidul yang sudah memiliki PATBM dan sudah berjalan dengan baik.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat, pengusaha pariwisata dan juga pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan dan eksploitasi seksual anak yang terjadi di destinasi wisata. Masyarakat dan pengusaha pariwisata perlu mendapatkan informasi dan juga pengetahuan dalam melakukan pencegahan terjadinya kekerasan dan eksploitasi seksual yang terjadi diwilayah yang menjadi salah satu destinasi wisata. Tidak bisa dipungkiri bahwa kawasan-kawasan wisata di Indonesia bisa menjadi salah satu tempat bagi para pelaku kejahatan seksual untuk mencari mangsanya

Dalam 100 program prioritas Presiden Jokowi berkomitmen memberantas kejahatan perdagangan manusia terutama menyangkut perempuan dan anak, serta memprioritaskan penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak, upaya ini diwujudkan oleh kementerian KPPPA melalui program pengingkatan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menjalankan program perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).

Dalam kesempatan ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya kekerasan seksual dan eksploitasi seksual anak, sehingga anak-anak terlindungi di destinasi wisata. “Kami merasa penting mencegah terjadinya kekerasan dan eksploitasi seksaual anak di destinasi wisata demi melindungi anak-anak di wilayah ini, selain itu kami juga akan memperkuat stakeholder lokal termasuk forum anak agar bersinergi melindungi destinasi wisata dari kekerasan dan eksploitasi seksual anak”, demikian disampaikan oleh Rini Handayani Asisten Deputi Perlindungan Anak  Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Informasi selanjutnya  :  Rio Hendra, hp. 081388685245

ECPAT Indonesia“Memperkuat Komunitas Lokal dalam Memerangi Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *