Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak Melalui Media Online di Sumatera Utara

BeritaKomentar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta ECPAT Indonesia bekerjasama dalam melakukan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak Melalui Media Online selama 3 (tiga) hari pada tanggal 24-26 Oktober 2018 di Hermes Palace Hotel Medan, Sumatera Utara. Peserta adalah aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dari 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Peserta PATBM dari Kabupaten Deli Serdang berasal dari 2 Desa yaitu Desa Sambirejo Timur dan Dalu 10 B sedangkan dari Kabupaten Serdang Bedagai peserta berasal dari Desa Bingkat dan Desa Besar 2 Terjun.

Sebelum pembukan, atas nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Valentina Ginting M.si memberikan kata sambutan. Beliau menyampaikan beberapa hal termasuk fakta dan data bahwa 75% anak-anak berumur 10-12 tahun telah menggunakan HP dan memiliki media sosial (Sumber: Safer Internet Day 2017). Beliau juga mengutip data dari Simfoni Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahwa dari 1 Januari-6 Agustus 2018, anak perempuan yang mengalami kekerasan psikis berjumlah 1.515, sedangkan anak laki-laki sebanyak 363, sementara itu anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual sebanyak 2.003 dan anak laki-laki sebanyak 187, anak perempuan yang mengalami penelantaran sebanyak 495 sedangkan anak laki-laki 154, dan terakhir adalah anak perempuan yang mengalami kekerasan fisik sebanyak 1.871 dan anak laki-laki 665. Berdasarkan pada data tersebut Pemerintah berkomitmen untuk melindungi anak-anak Indonesia dengan menerbitkan 50 peraturan yang berkaitan dengan anak, diantaranya instruksi presiden (3), Keputusan Presiden (9), Peraturan Pemerintah (7), Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (1) Peraturan Presiden (8) dan Undang-undang. Setelah sambutan dan pemaparan dari KPPPA, acara kemudian dibuka oleh Ibu Hj Nurlela SH. MAP dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Propinsi Sumatera Utara.

Dihari pertama, peserta diajak untuk mempelajari tentang pengasuhan anak di era digital dan peran pemangku kepentingan dalam merespon dunia digital, pada materi ini dipaparkan oleh ECPAT Indonesia yang disampaikan oleh Umi Farida. Ada 7 tips pengasuhan digital yang penting untuk dibahas pada sesi ini yaitu (1) selalu menjaga komunikasi dengan anak, (2) membekali diri dan terus belajar, (3) menggunakan aplikasi perental control, (4) mendiskusikan aturan dasar terkait internet di rumah, (5) menjadi teman dan ikuti anak dimedia sosial, (6) jelajahi, berbagi dan rayakan bersama, (7) jadilah panutan digital yang baik. Setelah sesi pengasuhan anak di era digital, kemudian dilanjutkan dengan materi internet aman bagi anak, pada sesi ini memandu PATBM untuk memahami cara-cara memproteksi beberapa aplikasi agar ramah terhadap anak.

Pada hari kedua, peserta diajak belajar dan mendiskusikan tentang hukum, aturan internasional dan aturan nasional yang mengatur tentang eksploitasi seksual anak online, peserta diajak belajar tentang Undang-undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, juga belajar tentang Undang-undang No 34 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kemudian peserta diajak kerja kelompok (studi kasus) yang membahas tentang beberapa kasus eksploitasi seksual anak secara online. Dihari kegita peserta diajak untuk merumuskan rencana tindak lanjut.

Penulis : Umi Farida

ECPAT IndonesiaPelatihan Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak Melalui Media Online di Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *