Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata

BeritaKomentar

Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan ECPAT Indonesia untuk melaksanakan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata. Ada beberapa daerah wisata yang akan mendapatkan pelatihan ini, diantaranya Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Bali, Provinsi sumatera Utara, juga dalam lingkup pelatihan nasional yang akan di ikuti oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di tingkat Provinsi dari 18 Provinsi.

Pelaksanaan pelatihan “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata” yang pertama diadakan di provinsi DKI Jakarta, yang diselenggarakan didaerah wisata Kepulauan Seribu pada tanggal 6-7 September 2017.

Dalam pelatihan tersebut difasilitasi oleh fasilitator dari ECPAT Indonesia, diantaranya Bapak Ahmad Sofian, Direktur ECPAT Indonesia yang pada kesempatan tersebut menyampaikan materi hak anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) dan dibantu oleh co-fasilitator Andy Ardian dan Umi Farida.

Pada acara tersebut di buka oleh Ibu Handayani Asdep PA Kekerasan dan Eksploitasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan menjelaskan materi Hak Anak dan Undang-Undang yang mengaturnya. Harapan dari pelatihan ini masyarakat dan pemerintahan  dilevel Desa di Kepulauan Seribu perduli terhadap hak anak, membumikan gerakan perlindungan anak dalam industri wisata dikepulauan seribu, serta adanya kebijakan dilevel Desa yang mengatur tentang perlindungan anak di daerah wisata.

Dalam pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta, diantaranya berasal dari latar belakang profesi; Tour guide 13 orang, Staff RPTRA 5 orang, Tokoh masyarakat dan Tokoh agama 2 orang, Staff homestay 6 orang, Pemilik homestay dan Catering 3 orang, Kader PKK 1 orang

Dalam pelatihan tersebut peserta belajar tentang Hak anak, Perlindungan anak dari Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), Dampak internet bagi anak, Mengenali ciri-ciri anak sebagai korban dan mengenali ciri-ciri pelaku, Mengenali potensi daerah wisata dengan melakukan analisis SWOT dan Pohon masalah.

Adapun persoalan yang ditemukan; belum ada standar perlindungan anak di Kepulauan Seribu, rentan terjadi penculikan anak dan pedofilia, rentan terjadinya prostitusi anak, kedatangan wisatawan membawa budaya negatif, kerusakan lingkungan, terutama terumbu karang dan banyaknya sampah, rentan adanya pekerja anak di industri wisata terutama tour guide.

Diakhir pelatihan, warga Kepulauan seribu merumuskan rencana tidak lanjut, diantaranya; akan melakukan audiensi dengan Kelapa Lurah Panggang, akan melakukan audiensi dengan Bupati Kepulauan Seribu, akan merubah branding promosi wisata di Kepulauan Seribu dengan membuat tagline baru “Pulau Seribu, Indah Alamnya, Ramah Warganya, Peduli Terhadap Lingkungan dan Hak Anak”, akan melaksanakan even Pasar Apung di Tahun 2018, akan mengusulkan kepada Bupati Kepulauan Seribu beberapa makanan khas membutuhkan packaging sebagai oleh-oleh, akan memperluas jaringan untuk koordinasi dengan PKK, LMK Kelurahan Panggang, Karang Taruna, Forum Anak, RPTRA, pengurus organisasi yang sudah terbentuk akan melakukan rapat-rapat rutin.

 

Penulis

Umi Farida

ECPAT IndonesiaPelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *