Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Destinasi Wisata (Gunung Kidul)

BeritaKomentar

rsz_img_2364

Gunung Kidul, Desa Kemadang 13-14 September 2017 – ECPAT Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan pelatihan terhadap perangkat Desa di wilayah Desa Kemadang, Gunung Kidul Yogyakarta bertempat di Aula Penginapan Kukup Indah. Pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan Quick Assesment yang sudah dilakukan pada bulan Juli lalu. Desa Kemadang merupakan desa pertama dari 4 wilayah terpilih yang akan menerima pelatihan ini. Selain Kemadang, Toba Samosir Sumatera Utara, Karang Asem Bali dan Garut Jawa Barat juga akan menerima pelatihan serupa.

Pelatihan ini dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul Sujoko, SSos, MSi, Kepala Desa Kemadang H. Sutono dan ECPAT Indonesi Ahmad Sofian. Bapak Sujoko mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dan sangat berguna untuk desa Kemadang yang nantinya desa Kemadang dapat menjadi desa wisata ramah anak yang bebas dari Eksploitasi Seksual Anak.

Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari Fasilitator PATBM, Anggota Polsek Tanjungsari, Anggota PSW UGM, LSM SOS CV Yogyakarta dan seluruh pelaku wisata juga organisasi-organisasi terkait dan perangkat desa yang ada di desa Kemadang. Pelatihan yang diberikan selama dua hari ini difasilitasi oleh Ahmad Sofian dan Fitri Noviana sebagai co-fasilitator. Adapun narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah LSM anggota ECPAT Yayasan Kakak, Ibu Shoim Sahriyati yang memberikan gambaran terkait situasi Eksploitasi Seksual Anak di DI Yogyakarta.

Pelatihan selama dua hari ini diisi dengan modul yang sudah disusun oleh Tim ECPAT dan Kemeterian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berisi 6 sesi yang keseluruh komponennya membahas terkait perlindungan anak di destinasi wisata. Permasalahan yang utama di desa Kemadang adalah penggunaan internet dan gadget yang berlebihan pada anak. Kurangnya aktivitas desa yang mendukung kegiatan anak dalam menyalurkan hal positif, informasi terkait kesehatan reproduksi yang kurang sehingga membuat kasus anak-anak pernikahan dini banyak terjadi di desa ini.

Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah Desa Kemadang memiliki fokus untuk menjadikan wilayahnya wisata bahari yang ramah anak. Rencana Tindak Lanjut ini langsung didiskusikan dengan pihak Kepala Desa Kemadang beserta dengan pemerintah daerah dan menjadikan ini prioritas utama untuk menjadikan Desa Wisata Bahari yang ramah anak. Pelatihan diakhiri dan ditutup oleh Ibu Rini Handayani Asisten Deputi Perlindungan Anak untuk Kekersan dan Eksploitasi.

Penulis :

Fitri Noviana

ECPAT IndonesiaPelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Destinasi Wisata (Gunung Kidul)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *