Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata (Nias, Sumatera Utara)

BeritaKomentar

Kembali ECPAT Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan dan eksploitasi seksual anak di daerah tujuan wisata. Kali ini ECPAT Indonesia menggandeng anggota ECPAT Indonesia yaitu PKPA Nias sebagai host atau penyelenggara kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Nias Selatan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), Sosialisasi dan Pelatihan “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata”, yang selenggarakan pada tanggal 15-16 Desember 2017.

Acara berlangsung dua hari, dimana pada hari pertama tanggal 15 Desember 2017 dari jam 09.00-12.00 WIB dilaksanakan FGD, yang difasilitasi oleh Andi Ardian dan Umi Farida dari ECPAT Indonesia, yang dihadiri 25 peserta dari berbagai stakeholder, diantaranya Dinas-Dinas Pemerintahan Kabupaten Nias Selatan, perwakilan pengusaha hotel dan pariwisata, forum anak daerah, guru, perwakilan organisasi sosial masyarakat di pulai Nias yaitu Wahana Visi Indonesia dan PKPA Nias dan perwakilan pers (jurnalis). Kemudian dari jam 13.00-16.00 WIB acara dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi atau seminar tentang “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata” dengan Narasumber Bapak Ahmad Sofian Direktur ECPAT Indonesia. Dalam kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 80 peserta dari berbagai latar belakang unsur.

Pada hari kedua tanggal 16 Desember 2017, dari jam 09.00-17.00 dilaksanakan pelatihan “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Tujuan Wisata”, dengan fasilitator Bapak Ahmad Sofian Direktur ECPAT Indonesia, dan sebagai co-fasilitator Andi Ardian dan Umi Farida. Dalam pelatihan tersebut diikuti oleh 40 peserta dari berbagai unsur, diantaranya perwakilan Dinas-Dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Nias selatan, guru, forum anak daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah Desa, perwakilan organisasi sosial masyarakat dari pulau Nias yaitu Wahana Visi Indonesia, PKA dan PKPA Nias, perwakilan jurnalis dan perwakilan pengusaha hotel dan pariwisata serta tour guide.

Dalam pelatihan tersebut peserta belajar tentang Hak anak, Perlindungan anak dari Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), Mengenali ciri-ciri anak sebagai korban dan mengenali ciri-ciri pelaku, Mengenali potensi daerah wisata dengan melakukan analisis SWOT dan Pohon masalah.

Adapun rencana tidak lanjut yang direncanakan akan dilakukan oleh peserta pelatihan dari Kabupaten Nias Selatan adalah (1) akan melakukan sosialisasi hasil pelatihan kepada organisasi perlindungan anak, stakeholder terkait, masyarakat dan institusi agama, (2) mempublikasikan hasil pengetahuan pelatihan ke dalam bentuk tulisan di media massa, (3) mengajak perusahaan media untuk berkomitmen memberitakan kasus ESKA dengan menggunakan perspektif hak anak, (4) mengoptimalkan media sosial sebagai alat kampanye perlindungan anak dari kekerasan dan ESKA, (5) mengusulkan adanya PerDes perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi seksual, (6) Pemerintah berperan aktif dalam upaya perlindungan anak melalui sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, (7) membangun jaringan antar stakeholder untuk upaya perlindungan anak di Nias Selatan, (8) membuat sistem atau mekanisme perlindungan anak didaerah tujuan wisata melalui pembuatan PerDa Perlindungan Anak khususnya didaerah tujuan wisata, dan mengalokasikan APBD atau anggaran untuk upaya perlindungan anak di Kabupaten Nias Selatan, (9) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) hotel atau pengusaha wisata tentang pelarangan anak-anak menginap dihotel tanpa didampingi keluarganya atau pelarangan hotel menjadi tujuan kegiatan eksploitasi seksual komersial anak, (10) perlu program lanjutan pelatihan perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi seksual komersial anak didaerah tujuan wisata dan (11)  perlu adanya pelatihan “selfdefense” atau “Pertahanan diri” bagi anak-anak di Nias Selatan untuk menghindari kekerasan dan eksploitasi seksual.

Penulis :

Umi Farida

ECPAT IndonesiaPencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata (Nias, Sumatera Utara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *