Pertemuan Tindak Lanjut Konsinyering Pedoman SPL bagi Anak yang Menjadi Korban atau Pelaku Pornografi

BeritaKomentar

20171218_150637

Pada tanggal 18 Desember 2017, atau tepat satu minggu setelah penyelenggaraan konsinyering, ECPAT Indonesia diundang oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk membicarakan rencana tindak lanjut dari hasil konsinyering yang telah dilakukan. Kegiatan ini diwakili oleh Andy Ardian, selaku Program Manager ECPAT Indonesia dan Deden Ramadani, selaku Koordinator Riset ECPAT Indonesia.

Pertemuan ini secara umum membahas tentang masukan-masukan dari peserta konsinyering terhadap Pedoman SPL bagi Anak yang Menjadi Korban atau Pelaku Pornografi. Tim penyusun bersama KPPPA membahas satu per satu masukan dari peserta konsinyering terhadap Pedoman SPL bagi Anak yang Menjadi Korban atau Pelaku Pornografi. KPPPA, diwakili oleh Ibu Valentina Gintings juga memberikan beberapa masukan khususnya terkait struktur penulisan dari pedoman ini.

Selain membahas hasil konsinyering, KPPPA dan ECPAT Indonesia turut membahas tentang rencana tindak lanjut dari pedoman SPL ini. KPPPA dan ECPAT berencana untuk membuat pedoman ini dalam format yang lebih ringkas dan dipenuhi dengan tampilan infografis. Hal ini mengingat pedoman ini cukup tebal untuk dibaca oleh khalayak umum. Dikhawatirkan, pedoman ini menjadi tidak maksimal dalam pemanfaatannya. Oleh karena itu, pada tahun 2018, beberapa agenda untuk mencetak pedoman dalam versi lengkap dan ringkas akan menjadi agenda utama sebelum mempublikasikan pedoman SPL ini kepada publik secara luas.

Penulis
Koordinator Riset ECPAT Indonesia
Deden Ramadani

ECPAT IndonesiaPertemuan Tindak Lanjut Konsinyering Pedoman SPL bagi Anak yang Menjadi Korban atau Pelaku Pornografi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *