Seminar dan Training of Trainer Pandu Digital

BeritaKomentar

Ambon, 31 Agustus 2018 – Gerakan nasional Literasi Digital – SiBerkreasi menyelenggarakan kegiatan seminar dan pelatihan pelatih kepada setidaknya 50 orang pemuda di kota Ambon selama 2 hari dalam kegiatan Seminar dan Pelatihan Pelatih Pandu Digital yang selesai di tanggal 1 September 2018.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pattimura (Unpatti), dengan menghadirkan narasumber, di antaranya Tinuk Andriyanti (Direktur PANDI), Andy Ardian (ECPAT Indonesia), Acep Syaripudin (ICT Watch), Abi (Kreator Nongkrong) dan Ade Wahyudin (ID-IGF).

Seminar dan ToT Pandu Digital dibuka oleh Bapak Joi Andrian selaku Plt kepala dinas komunikasi dan informatika kota Ambon, yang menyampaikan bahwa ambon selama ini telah aktif dalam membangun literasi digital kepada masyarakat melalui program smart city dengan 3 aturan smart, yakni smart public service, smart officer public dan smart rule service. Ini merupakan bagian dalam upaya meningkatkan kejelasan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan teknologi digital untuk kebaikan semua pihak.

Hadir dalam kegiatan ini tenaga teknis dari Kemkominfo Donny BU, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas untuk mendorong orang-orang muda menjadi generasi yang memiliki literasi digital baik dan mampu menularkan pengetahuannya kepada masyarakat disekitarnya. Karena kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) muda yang bisa untuk bermitra atau bekerja sama dalam bidang literasi digital saat ini masih sangat diperlukan.

Seminar dan ToT pandu digital ini membahas literasi digital dari beberapa aspek, diantaranya pola asuh digital, ekonomi digital, gaya hidup digital dan tata kelola digital dan pembuatan konten digital yang positif. Diawali seminar mengenai literasi digital yang dibawakan oleh Tinuk Andriyanti dari PANDI yang merupakan pengelola nama domain internet di Indonesia, dan pola asuh digital oleh Andy Ardian dari ECPAT Indonesia, perwakilan resmi jaringan global yang bekerja menentang eksploitasi seksual komersil anak, sebagai pembicara pada sesi ini. Dan kemudian dilanjutkan dengan workshop yang dipandu oleh Abi dari komunitas Kreator Nongkrong tentang cara membuat vlog yang langsung dipraktekkan oleh peserta.

Peserta yang telah mengikuti kegiatan ToT ini akan diberikan sertifikat dan badge/lencana sesuai dengan level yang dimilikinya. Level pertama, peserta layak mendapatkan badge/lencana pandu digital bila telah mengikuti pelatihan minimal 4 jam sesi dan memuat tulisan tentang literasi digital yang berisi konten positif di media sosial. Level kedua peserta wajib mengikuti pelatihan selama 8 jam, membuat tulisan di media massa dan sudah pernah menjadi narasumber untuk kegiatan serupa. Dan level ketiga adalah peserta sudah berstatus fasilitator dan memberikan pelatihan tentang literasi digital kepada masyarakat. Kota Ambon dipilih sebagai kota pertama kali kegiatan ToT Pandu digital ini dilakukan dari 10 kota yang direncanakan.

ECPAT IndonesiaSeminar dan Training of Trainer Pandu Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *