Uji Coba II Untuk Pedoman Standar Penyedia Layanan Bagi Anak Yang Menjadi Korban Dan Pelaku Pornografi di Samarinda

BeritaKomentar

20171113_145054

Gedung Guru, Samarinda. Pada tanggal 13 November 2017, ECPAT Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan uji coba kedua Standar Pedoman Penyediaan Layanan bagi anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi. Kegiatan uji coba kedua ini diselenggarakan di Samarinda dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah yang selama ini melakukan penanganan terhadap kekerasan dan eksploitasi anak.

Ahmad Sofian, Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, memaparkan bahwa kegiatan ini dilatar belakangi amanah Peraturan Pemerintah No.40 tahun 2011 untuk menyusun Standar Pedoman Penyediaan Layanan bagi anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi. Keberadaan standar ini menjadi penting untuk menjamin anak-anak yang menjadi korban dan pelaku pornografi dapat terlayani dengan baik sehingga dampak yang ditimbulkan tidak meluas.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan menghadirkan tiga pembicara dalam sesi yang berlangsung sejak pagi hingga sore. Deden Ramadani, Koordinator ECPAT Indonesia, memaparkan gambaran awal tentang Standar Pedoman Penyediaan Layanan bagi anak yang menjadi korban dan pelaku pornografi. Setelah itu, dilanjutkan dengan contoh-contoh lokal yang diwakili oleh perwakilan P2TP2A dan pihak kepolisian.

Kegiatan selanjutnya dilakukan dengan mengadakan diskusi berkelompok berdasarkan pada fokus dari Standar Penyediaan Layanan. Peserta yang hadir dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan topik dan pembahasan yang mereka kuasai. Selanjutnya dilakukan pemaparan dari peserta tentang review mereka terkait Standar Pedoman Penyediaan Layanan yang telah dibuat sesuai dengan pengalaman mereka melakukan pendampingan.

Melalui kegiatan tersebut, ECPAT Indonesia mendapatkan banyak masukan dan input terhadap draft Standar Pedoman Penyediaan Layanan ini. Khususnya berkaitan dengan konteks daerah dan pengalaman langsung di lapangan dalam melayani anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi. Masukan dan input tersebut akan menjadi pertimbangan dalam memfinalisasi standar Pedoman Penyediaan Layanan ini.

ECPAT IndonesiaUji Coba II Untuk Pedoman Standar Penyedia Layanan Bagi Anak Yang Menjadi Korban Dan Pelaku Pornografi di Samarinda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *