Asian Games 2018 Ramah Anak : Mewaspadai Anak-anak yang dijadikan Objek Seks Komersial

Berita, Press ReleaseKomentar

JAKARTA – Belum ada seminggu perhelatan acara olahraga ASIAN Games 2018 dibuka dan diresmikan dengan megahnya, sebuah kejadian yang sudah diprediksi sebelumnya oleh ECPAT Indonesia menghiasi headline media massa, ‘Empat Atlet Jepang Membeli PSK di Blok M’. Kejadian ini tidak hanya merusak nama baik atlet sendiri dan juga nama baik negaranya, tetapi sudah seharusnya menjadi tamparan sendiri untuk semua pihak untuk lebih dapat dengan giat dan bersungguh hati melakukan antisipasi kemungkinan dampak-dampak negatif yang dapat terjadi akibat acara olahraga besar dengan skala nasional maupun internasional.

Dalam banyak acara olahraga, banyak pengunjung yang tidak hanya memiliki tujuan untuk menikmati permainan olahraga saja, tetapi juga mengambil kesempatan untuk mengeksploitasi seksual. Pemerintah Indonesia sendiri sudah memprediksi bahwa terdapat sekitar 170,000 turis olah raga yang datang berkunjung selama ASIAN Games berlangsung, 10,000 diantaranya merupakan atlet dan para offisial. Permintaan seksual anak semakin tinggi, alhasil tak jarang anak dijadikan korban untuk kepuasan seksual dan dikomersialisasikan. Terlebih lagi, selama ASIAN Games berlangsung, 17,000 siswa dari 34 sekolah di Jakarta dan Palembang diliburkan, hal ini dapat menjadi pemicu meningkatnya kejadian eksploitasi seksual terhadap anak.

Kasus-kasus eksploitasi seksual anak pada saat acara olahraga besar juga sudah terbukti sering terjadi, seperti halnya ketika FIFA World Cup 2014 berlangsung, sejumlah anak perempuan yang berasal dari Favela da Paz, Brazil ditemukan sedang dibawa oleh pengedar narkoba dengan bus untuk dieksploitasi secara seksual yang salah satu di antaranya mengaku bahwa ia sudah beberapa bulan terakhir menjadi korban eksploitasi dari seorang yang bekerja di stadium dan mendapat penghasilan sekitar 360 dolar. Para korban tersebut diperlakukan seolah-olah seperti halnya barang yang dapat diperjualbelikan.

ECPAT Indonesia secara konsisten melakukan berbagai upaya untuk melindungi anak dari situasi eksploitasi seksual, mendesak semua pihak untuk melakukan berbagai upaya secara maksimal dalam menghadapi ASIAN Games 2018. Dengan situasi di atas maka ECPAT Indonesia mendesak :
1. Semua insan olah raga termasuk pemerintah harus berkontribusi dalam menciptakan ASIAN Games 2018 yang ramah anak termasuk mencegah terjadinya eksploitasi seksual anak.
2. Harus disediakan hotline khusus untuk menerima pengaduan tentang kasus-kasus eksploitasi seksual anak yang berlangsung selama ASIAN GAMES
3. Mempromosikan perlindungan anak selama berlangsung ASIAN Games dengan mempromosikan hak-hak anak serta memastikan setiap anak tidak dilibatkan dalam praktek-praktek eksploitatif.
4. Memastikan tidak terjadi transaksi seksual anak antara penonton olah raga, offisal dan atlet dan mendorong semua pihak untuk melaporkan jika ada kasus-kasus yang terkait dengan eksploitasi seksual anak.
5. Hotel dan biro perjalanan memastikan untuk memantau melaporkan terjadinya transaksi seksual yang melibatkan anak-anak.

Penulis :

Dr. Ahmad Sofian S.H M.A (Koordinator ECPAT Indonesia)

ECPAT IndonesiaAsian Games 2018 Ramah Anak : Mewaspadai Anak-anak yang dijadikan Objek Seks Komersial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *