Melindungi Anak dari Eksploitasi Seksual Melalui Analisis Transaksi Keuangan dengan Menjalin Kerjasama Bersama Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

BeritaKomentar

JAKARTA (04 Februari 2019), untuk melakukan advokasi dalam perlindungan anak secara holistik, ECPAT Indonesia melakukan audiensi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai lembaga yang fokus untuk memberantas tindak pidana pencucian uang, hal ini juga termasuk penyalahgunaan transaksi keuangan untuk tindakan eksploitasi seksual. PPATK merupakan lembaga yang memiliki posisi strategis karena memiliki fungsi khusus dalam melakukan pengelolaan data dan informasi, serta menganalisis atau melakukan pemeriksaan laporan transaksi keuangan yang memiliki indikasi tindak pidana pencurian uang atau tindak pidana lain. Bentuk kerjasama yang akan dilakukan antara ECPAT Indonesia dengan PPATK yaitu menyelenggarakan pelatihan terkait penyalahgunaan transaksi keuangan untuk tindak eksploitasi seksual anak, termasuk penulisan modul sebagai dasar utama dari pelatihan tersebut.

Tak dapat dielakan, berbagai perubahan terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi, termasuk dalam hal metode pembayaran. Dari metode pembayaran tradisional sampai dengan modern. Dari sistem barter hingga ditemukannya ‘uang’ sebagai alat pembayaran. Dari cash and carry hingga munculnya istilah cashless, dan semakin maraknya perusahaan dan startup yang bergerak dalam jasa keuangan atau yang lebih dikenal sebagai financial technology (fintech). Meskipun begitu, antisipasi perlu dilakukan sebab berbagai bentuk kejahatan dapat terjadi melalui transaksi keuangan, seperti korupsi, penyuapan dan bahkan berbagai bentuk eksploitasi seksual yang melibatkan anak, seperti prostitusi, pornografi, dsb.  Oleh karena itu, dalam menghapus eksploitasi seksual semua pihak perlu untuk terlibat, termasuk PPATK sebagai lembaga pemerintah yang secara independen menganalisis keuangan.

Sebagai lembaga yang sudah mulai memetakan kasus eksploitasi seksual anak sejak tahun 2013, PPATK menambahkan berdasarkan analisis transaksi keuangan yang telah dilakukan, beberapa daerah wisata seperti Bali, NTB, Bandung dan Depok menjadi lokasi yang paling banyak ditemukannya transaksi keuangan yang dicurigai untuk eksploitasi seksual yang melibatkan anak. Dari data tersebut juga ditemukan, beberapa pelaku merupakan orang asing, dan beberapa juga merupakan orang lokal dengan berbagai modus, misalnya modus sebagai guru musik. Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada transaksi mencurigakan yang terdeteksi melalui fintech.

Dengan adanya kerjasama antara ECPAT dengan PPATK, akan semakin menguatkan antar satu dengan yang lainnya. Kerjasama ini akan dimulai dengan penandatanganan MoU dalam waktu dekat.

 

Penulis : Safira Ryanatami

ECPAT IndonesiaMelindungi Anak dari Eksploitasi Seksual Melalui Analisis Transaksi Keuangan dengan Menjalin Kerjasama Bersama Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.