Sinergi Berbagai Pihak dalam Meningkatkan Perlindungan Anak dari Eksploitasi Anak di Mandalika, Lombok

BeritaKomentar

Down to Zero merupakan sebuah program inisiatif global yang bertujuan untuk menghapus eksploitasi seksual anak dengan menargetkan berbagai aktor kunci dalam bekerja bersama-sama dan melakukan sinergi. Di Indonesia, program ini dijalankan oleh ECPAT Indonesia (Jakarta), Terre des Hommes Netherland (Batam dan Surabaya), dan Plan Internasional Indonesia (Jakarta dan Lombok). Selama lima tahun terakhir sudah banyak upaya yang dilakukan oleh masing-masing lembaga dan mitra dengan berbagai intervensi, seperti lobi dan advokasi, berjejari, peningkatan kapasitas maupun melakukan penanganan langsung. Untuk memperkuat intervensi tersebut, aliansi Down to Zero, dengan inisiatif Plan Internasional Indonesia dan mitranya, GAGAS, mengadakan sebuah workshop berjudul ‘Workshop Rencana Aksi Mandalika Bebas Eksploitasi Anak’ yang melibatkan pemerintah baik skala lokal maupun nasional, akademisi, pihak swasta serta lembaga masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ECPAT Indonesia berkontribusi dalam membagikan praktik-praktik yang sudah dilakukan dalam program Down to Zero. Khususnya dalam melakukan pencegahan eksploitasi seksual anak di destinasi pariwisata, ECPAT Indonesia telah melakukan berbagai upaya dengan berbagai pendekatan, seperti lobi dan advokasi, peningkatan kapasitas, dan berjejaring. Misalnya, dalam rangka ASIAN Games 2018 lalu, ECPAT Indonesia menyelenggarakan sebuah kampanye yang berjudul ‘Kids Aren’t Souvenirs’ untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kerentanan terjadinya eksploitasi seksual anak mengingat meningkatnya kunjungan turis asing. Kampanye ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, seperti agensi periklanan yang bernama Saatchi-Saatchi, Twitter, KOMPAK Jakarta dan juga Indorelawan. Selain itu, bersama dengan Kementerian Pariwisata serta aliansi Down to Zero, ECPAT Indonesia menyelenggarakan sebuah kegiatan peningkatan kapasitas untuk komunitas, pihak swasta dan juga pemerintah dalam menyusun pedoman untuk komunitas sebagai acuan untuk melakukan advokasi ke usaha wisata dan perjalanan. Serta, kerjasama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia sebagai upaya untuk mempercepat advokasi ke pihak swasta dan juga Kementerian Pariwisata.

Tidak hanya ECPAT Indonesia, Plan Indonesia, Terre des Hommes yang diwakili Yayasan Embun Pelangi serta GAGAS juga membagikan upaya-upaya yang sudah dilakukan. Sesuai dengan tujuan kegiatan ini, berbagi praktik baik tersebut untuk memberikan gambaran kepada para pemangku kepentingan yang hadir terkait dengan aksi yang dapat dilakukan dalam menghapus eksploitasi seksual anak. Selain itu, dalam memperkenalkan eksploitasi anak, Plan Internasional Indonesia mensosialisasikan pedoman terminologi eksploitasi anak yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama ECPAT Indonesia.

Merancang konsep perlindungan anak berbasis kawasan diperlukan, terlebih lagi Mandalika menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata khusus yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Dengan demikian, kegiatan workshop ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan upaya pemerintah dalam memaksimalkan peran masing-masing sektor dalam melakukan perlindungan anak.

Penulis : Safira Ryanatami (Asisten Program Manager)

ECPAT IndonesiaSinergi Berbagai Pihak dalam Meningkatkan Perlindungan Anak dari Eksploitasi Anak di Mandalika, Lombok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.